REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggagas pengembangan kawasan sekitar Gelanggang Olahraga (GOR) Mbesi dengan memadukan fasilitas olahraga, embung, dan wisata kuliner. Rencana ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bupati Rembang, Harno, mengungkapkan bahwa kawasan di belakang GOR Mbesi memiliki embung yang selama ini salah satunya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pemadaman kebakaran. Keberadaan embung tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Harno menyampaikan gagasan tersebut pada Senin (19/10/2026). Ia membayangkan kawasan itu dapat ditata menjadi ruang publik yang lebih menarik setelah pembangunan jalan di sekitarnya selesai.

“Bahkan punya pemikiran setelah jalannya nanti jadi di belakang ada embung,” ujarnya.

Menurut Harno, keberadaan embung dapat menjadi daya tarik tersendiri apabila dipadukan dengan fasilitas rekreasi dan usaha kuliner. Dengan penataan yang tepat, kawasan tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pendukung aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi tempat masyarakat menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Nah, di situ saya menginginkan ada pengembangan nanti bisa dibuat wisata kuliner,” katanya.

Konsep wisata kuliner yang direncanakan juga diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki keterampilan dan kemampuan di bidang makanan dan minuman. Pemerintah daerah membuka peluang kerja sama agar potensi usaha lokal dapat berkembang seiring dengan penataan kawasan tersebut.

“Untuk wisata kuliner ini dia bisa siapa saja yang punya kemampuan di bidang kuliner bisa kerja sama dengan Pemda di belakang,” jelasnya.

Gagasan tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang usaha baru bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner. Jika dikembangkan secara terencana, kawasan GOR Mbesi berpotensi menjadi tempat berkumpul yang menawarkan perpaduan suasana olahraga, rekreasi, dan kuliner dalam satu lokasi.

Harno menggambarkan kawasan tersebut nantinya dapat menghadirkan suasana santai dengan pemandangan embung serta pilihan makanan yang beragam. Salah satu konsep kuliner yang disebutkannya adalah sajian ikan bakar yang dapat dinikmati pengunjung sambil bersantai.

“Ada embungnya, ada kuliner, untuk santai, ikan bakar dan sebagainya. Nah, itu sebagai gambaran ke depannya seperti itu,” pungkasnya.

Pengembangan kawasan GOR Mbesi menjadi wisata kuliner diharapkan dapat mengoptimalkan aset dan potensi daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain memberikan alternatif tempat rekreasi bagi masyarakat, rencana tersebut juga berpeluang mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan aktivitas ekonomi baru, serta memperluas kesempatan kerja.

Meski masih berupa gagasan pengembangan, konsep tersebut menunjukkan upaya Pemkab Rembang dalam mengintegrasikan fasilitas olahraga dengan ruang rekreasi dan kegiatan ekonomi masyarakat. Ke depan, penataan kawasan, akses jalan, pengelolaan embung, serta pola kerja sama dengan pelaku usaha akan menjadi aspek penting untuk mendukung realisasi rencana tersebut.

Melalui pengembangan yang terarah, kawasan GOR Mbesi diharapkan dapat menjadi ruang publik yang lebih hidup, produktif, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Rembang. (Red/ARTW)