KOTA BENGKULU – Polresta Bengkulu terus memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan Subuh Keliling. Program ini menjadi salah satu upaya kepolisian untuk mempererat silaturahmi, membuka ruang komunikasi secara langsung, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan Subuh Keliling kali ini dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026) di Masjid Baitul Huda, Jalan Ibnu Hajar, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Melalui salat Subuh berjemaah, jajaran kepolisian berbaur dengan tokoh agama dan warga dalam suasana religius, akrab, serta penuh kekeluargaan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat Polisi Bersama Masyarakat yang terus digaungkan Polresta Bengkulu. Kehadiran personel kepolisian tidak hanya untuk melaksanakan ibadah bersama, tetapi juga membangun kedekatan dengan warga, mendengarkan aspirasi, serta menyerap berbagai masukan dan keluhan terkait kondisi keamanan di lingkungan masyarakat.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat, S.S., M.H., mengatakan bahwa Subuh Keliling menjadi salah satu sarana untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi harus dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi.
“Polri ingin selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan atau saat masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga dalam kegiatan sehari-hari. Melalui Subuh Keliling, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun kepercayaan agar hubungan antara polisi dan masyarakat semakin harmonis,” ujar Rahmad Hidayat.
Ia menjelaskan, komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Melalui pertemuan seperti ini, warga memiliki kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi tanpa harus menunggu terjadinya gangguan keamanan.
Berbagai aspirasi, masukan, maupun keluhan masyarakat dapat menjadi informasi awal bagi kepolisian untuk mengidentifikasi potensi permasalahan di lingkungan setempat. Dengan demikian, langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat melalui koordinasi serta tindakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rahmad menegaskan, keterbukaan terhadap masukan warga juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian. Menurutnya, hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, sikap saling percaya, serta pelayanan yang mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi, saran, maupun keluhan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban. Setiap masukan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik serta merespons persoalan masyarakat secara tepat dan humanis,” tegasnya.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan Subuh Keliling juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat. Warga diimbau meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, menjaga kerukunan antarwarga, serta memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Di tengah pesatnya penyebaran informasi, warga diharapkan lebih cermat dalam menerima maupun membagikan berita agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, keresahan, ataupun konflik di tengah masyarakat.
Apabila menemukan indikasi gangguan keamanan atau situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Langkah tersebut dinilai penting agar potensi gangguan dapat diketahui dan diantisipasi sejak dini.
Kapolresta Bengkulu kembali menekankan bahwa pemeliharaan keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Partisipasi masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen warga juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.
“Keamanan yang kondusif dapat terwujud apabila polisi dan masyarakat berjalan bersama. Mari kita jaga kerukunan, peduli terhadap lingkungan, dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Dengan kebersamaan, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat kita cegah sejak dini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Subuh Keliling, Polresta Bengkulu berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Komunikasi yang terjalin secara langsung diharapkan dapat mempermudah penyampaian aspirasi sekaligus membantu kepolisian memahami kebutuhan dan persoalan yang berkembang di tengah warga.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polresta Bengkulu untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang terbuka, dekat, dan humanis. Dengan mengedepankan silaturahmi, komunikasi, serta kerja sama, kepolisian berharap masyarakat semakin aktif berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bengkulu. (Red)


































