Jakarta – Rocky Gerung menyebut PDI Perjuangan memiliki Badan Intelijen Negara (BIN) sehingga nampak kuat dan partai lain ingin menjadi mitra koalisi. Hal ini diucapkan Rocky dalam diskusi yang diadakan oleh PolMark Indonesia dengan tema Dari Pilkada 2015-2018 dan Peta Baru Pilpres 2019 di Hotel Veranda, Jakarta, Kamis (18/10/2010).

“Karena ada BIN. Sehingga nampak kuat,” ujar Rocky Gerung, ahli Filsafat dan juga pengamat politik.

Rocky tidak sepakat jika PDIP dikatakan kuat lantaran memiliki ideologi Sukarnois. Rocky pun menganggap figur ketua umum Megawati Soekarnoputri juga bukan faktor utama PDIP menjadi nampak kuat dan didambakan partai lain untuk dijadikan mitra koalisi.

“Apa kekuatan PDIP? Sukarnois? Enggak. Figur Megawati? Enggak,” kata Rocky.

Rocky pun tidak merinci maksud korelasi antara BIN dengan kekuatan PDIP. Dia justru langsung menyinggung partai lain, NasDem, yang dianggap punya pengaruh di Kejaksaan Agung.

Selain PDI Perjuangan, Rocky juga menyindir Nasdem. NasDem nampak kuat bukan karena ideologi dan figur Surya Paloh selaku ketua umum. Rocky menyebut NasDem kuat lantaran Jaksa Agung Muhammad Prasetyo adalah kader partai tersebut.

“Apa kekuatan nasdem? Pada ideologi kah? Pada figur ketua umumnya kah? Tidak. Kekuatan nasdem itu karena dia punya jaksa agung,” kata Rocky.

Menurut Rocky, Faktor Jaksa Agung menambah citra kekuatan NasDem di mata partai lain. Karenanya, partai lain tertarik menjalin koalisi dengan NasDem, terutama partai taraf menengah seperti Hanura.

“Karena jaksa agung setiap hari bisa menentukan nasib seorang caleg di daerah,” kata Rocky.

Pernyataan Rocky dibantah Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari. Menurutnya, reputasi PDIP tidak berkaitan dengan BIN.

“Enggak ada urusan sama BIN, yang aparatnya 2000 aja enggak nyampe dan bahkan memusuhi PDIP saat Orba,” kata Eva.

“Yang sudah menghasilkan Jokowi, Risma, Ganjar Pranowo, Azwar Anas dan telah memenangkan kader-kader di banyak pertarungan,” ucap Eva.

Menurut Eva, hal itu merupakan bukti bahwa PDIP besar dan kuat bukan karena BIN. Dia menampik keras asumsi Rocky.

“PDIP ini partai yang sudah berdiri sejak 1927 yaitu orang tua Rocky masih bayi, tidak mungkin bertahan tanpa ideologi. Pakai nalar, jangan imajinasi, Bung Rocky,” bantah Eva. (Net)