PEKANBARU – Kantor Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Riau menggelar program edukasi bertajuk DPD RI Goes to School di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 8 Pekanbaru, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kedudukan, tugas, fungsi, dan wewenang DPD RI kepada generasi muda sekaligus meningkatkan pemahaman pelajar mengenai demokrasi dan sistem ketatanegaraan Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti para siswa dan siswi SMAN 8 Pekanbaru dengan antusias. Program ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas agar peserta didik dapat mengenal lebih dekat peran lembaga negara, khususnya dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah di tingkat nasional.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya dan Kepala Kantor DPD RI Provinsi Riau Fendri Markauri. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Dr. Nilam Sari, serta Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, bersama jajaran tenaga pendidik.

Kepala Kantor DPD RI Provinsi Riau, Fendri Markauri, mengatakan program DPD RI Goes to School merupakan salah satu upaya memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai peran lembaga perwakilan daerah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

“Melalui DPD RI Goes to School, para pelajar diberikan pemahaman mengenai kedudukan, tugas, dan fungsi DPD RI sebagai lembaga negara, sekaligus mengenalkan peran DPD RI dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah,” kata Fendri, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, pengenalan lembaga negara sejak bangku sekolah penting untuk membangun pemahaman generasi muda mengenai proses demokrasi. Dengan pengetahuan tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya mengenal nama lembaga negara, tetapi juga memahami peran dan mekanisme kerjanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi mengenai mekanisme penyaluran aspirasi masyarakat melalui perwakilan daerah di tingkat pusat. Interaksi ini diharapkan dapat mendorong pelajar menjadi generasi yang kritis, memahami hak dan tanggung jawab sebagai warga negara, serta memiliki kepedulian terhadap perkembangan daerahnya.

Kehadiran perwakilan DPD RI, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, BPMP, dan pihak sekolah menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam mendukung pendidikan kewarganegaraan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembelajaran mengenai wawasan kebangsaan, demokrasi, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Fendri berharap kegiatan edukasi tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para peserta didik, terutama dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan dan kepedulian sosial.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal lembaga negara, memahami proses demokrasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap pembangunan daerah dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Program ini juga mendapat sambutan positif dari lingkungan sekolah. Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari lembaga negara dan instansi pendidikan dinilai dapat memperkaya materi pembelajaran serta memberikan gambaran praktis mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan demokrasi di Indonesia.

Seorang siswa di Pekanbaru menyampaikan bahwa edukasi mengenai lembaga negara penting diberikan kepada pelajar agar memahami bagaimana aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan melalui jalur konstitusional.

“Program seperti ini bagus untuk mengenalkan demokrasi kepada anak-anak sejak sekolah,” ujar Fadil, Rabu (28/10/2026).

Ke depan, program DPD RI Goes to School diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi politik dan wawasan kebangsaan generasi muda. Melalui edukasi yang berkelanjutan, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi warga negara yang cerdas, berintegritas, dan mampu berpartisipasi secara positif dalam kehidupan demokrasi.

Dengan mengenalkan peran lembaga negara sejak dini, Kantor DPD RI Provinsi Riau turut mendorong terbentuknya generasi muda yang memahami kepentingan daerah serta memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. (Red/Asy)