REJANG LEBONG – Upaya Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), LPK Semanggi, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya untuk memulangkan jenazah Rizki Ade Putra, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Rejang Lebong yang meninggal dunia di Osaka, Jepang, akhirnya membuahkan hasil.
Setelah melalui serangkaian proses administrasi dan koordinasi lintas pihak, jenazah almarhum dijadwalkan diberangkatkan dari Jepang pada Kamis (29/10/2026). Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Indonesia melalui Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bengkulu pada Jumat (30/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., mengatakan kepastian pemulangan tersebut merupakan hasil kerja sama dan kepedulian berbagai pihak yang berupaya agar almarhum dapat kembali ke tanah air.
“Alhamdulillah, proses pemulangan jenazah Rizki Ade Putra kini sudah mendapatkan kepastian. Ini merupakan hasil koordinasi dan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Baznas, LPK Semanggi, serta pihak-pihak lain yang turut membantu,” ujarnya.
Menurut Hendri, sejak proses pemulangan diupayakan, koordinasi terus dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi dan rangkaian perjalanan dapat berjalan lancar. Pemerintah daerah juga berharap tidak ada kendala berarti hingga jenazah tiba di kampung halaman.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses tersebut. Di tengah suasana duka yang dialami keluarga, kepulangan jenazah menjadi hal penting agar keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan ini. Di tengah duka yang dialami keluarga, kepulangan almarhum ke tanah air menjadi hal yang sangat penting agar keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir,” katanya.
Berdasarkan jadwal penerbangan yang telah disampaikan, jenazah Rizki Ade Putra akan diberangkatkan dari Bandara Haneda, Tokyo, Jepang, menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 875 pada Kamis (29/10/2026), pukul 11.45 waktu Jepang.
Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada pukul 18.00 WIB. Setelah tiba di Jakarta, jenazah akan melanjutkan perjalanan menuju Bengkulu pada Jumat (30/10/2026) menggunakan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG 990.
Pesawat Citilink itu dijadwalkan berangkat dari Jakarta pukul 10.30 WIB dan tiba di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, sekitar pukul 11.50 WIB. Setibanya di Bengkulu, jenazah diperkirakan melanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Rejang Lebong dan tiba di Curup pada Jumat sore.
Hendri berharap seluruh tahapan perjalanan dari Jepang hingga Kabupaten Rejang Lebong berjalan sesuai jadwal sehingga jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga.
“Kami berharap perjalanan almarhum dari Jepang hingga ke Rejang Lebong berjalan lancar. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini,” tuturnya.
Warga Berharap Pemulangan Berjalan Lancar
Kepastian pemulangan jenazah tersebut diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga yang tengah berduka. Dukungan pemerintah dan berbagai lembaga dinilai penting agar keluarga dapat segera menerima jenazah dan melaksanakan pemakaman di kampung halaman.
Warga Rejang Lebong mengatakan bahwa kabar kepastian pemulangan jenazah Rizki Ade Putra menjadi hal yang dinantikan, terutama oleh keluarga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
“Sebagai sesama warga, kami turut berduka atas musibah ini. Kami berharap perjalanan pemulangan jenazah berjalan lancar sampai ke Curup sehingga keluarga bisa segera menyambut dan memakamkan almarhum,” ujar Dedi kepada media.
Pemulangan jenazah Rizki Ade Putra menjadi gambaran pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan, lembaga, dan pemangku kepentingan dalam menangani persoalan kemanusiaan. Melalui koordinasi dan semangat gotong royong, proses yang sebelumnya harus melewati berbagai tahapan kini telah memiliki kepastian jadwal perjalanan.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berharap seluruh rangkaian pemulangan berjalan lancar hingga jenazah tiba di Curup dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (Red/AAP)
































