PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri sekaligus membuka The 12th World Anxi Conference atau Temu Kangen Masyarakat Anxi Sedunia ke-12 yang berlangsung di Wyndham Hotel, Minggu (25/10/2026). Kegiatan internasional ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan masyarakat Anxi yang tersebar di berbagai negara sekaligus memperkuat hubungan sosial, budaya, dan kerja sama lintas bangsa.
Anxi merupakan sebuah daerah di Provinsi Fujian, Tiongkok, yang dikenal memiliki warisan budaya dan tradisi teh. Melalui konferensi tersebut, masyarakat Anxi dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk menjaga ikatan kekeluargaan, mempererat komunikasi, serta memperkuat hubungan antargenerasi di tengah perkembangan masyarakat global.
Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa Sumatera Selatan merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan masyarakat Anxi tingkat dunia. Ia berharap pengurus masyarakat Anxi Sumsel dapat memberikan pelayanan dan sambutan terbaik kepada seluruh tamu, termasuk para delegasi yang datang dari berbagai negara.
Menurut Herman Deru, penyelenggaraan konferensi internasional tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat dunia.
“Momentum ini merupakan kesempatan berharga untuk memperkenalkan adat istiadat, budaya lokal, hingga keanekaragaman kuliner khas wilayah kita,” ujar Herman Deru.
Ia menilai, kehadiran delegasi dari berbagai negara dapat dimanfaatkan untuk memperluas pengenalan terhadap potensi Sumatera Selatan, baik dari sisi kebudayaan, pariwisata, maupun peluang kerja sama ekonomi. Interaksi langsung antara para peserta juga diharapkan dapat memperkuat pemahaman terhadap keberagaman budaya dan tradisi masyarakat.
Herman Deru turut menyoroti identitas Anxi yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil teh terkemuka di Tiongkok. Daerah tersebut memiliki warisan teh Oolong yang telah dikenal secara luas di dunia. Tradisi teh itu tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurutnya, pelestarian tradisi dan budaya merupakan salah satu cara menjaga jati diri masyarakat di tengah perubahan zaman. Karena itu, konferensi seperti ini memiliki arti penting dalam mempertemukan masyarakat yang memiliki akar budaya sama, meskipun tinggal di negara dan lingkungan yang berbeda.
Gubernur berharap The 12th World Anxi Conference mampu mempererat hubungan persaudaraan masyarakat Anxi di seluruh dunia. Lebih dari sekadar temu kangen, kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan.
Sumsel Perkuat Hubungan Budaya dan Kerja Sama Internasional
Sementara itu, Ketua Anxi Sumsel, Yap Han Yu, menyampaikan bahwa kepercayaan menjadikan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah konferensi dunia merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Anxi di daerah tersebut.
Ia menilai penyelenggaraan konferensi ini menjadi bukti bahwa nilai persaudaraan tetap hidup dan terpelihara di tengah masyarakat Anxi yang tersebar di berbagai negara. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan kekeluargaan, bertukar pengalaman, serta menjaga kesinambungan tradisi dan identitas budaya.
Penyelenggaraan konferensi ini diharapkan turut memperkuat hubungan masyarakat lintas negara sekaligus mendorong pertukaran budaya yang saling menghargai. Selain mempererat persaudaraan masyarakat Anxi, kegiatan tersebut berpotensi menjadi sarana memperluas jejaring dan memperkenalkan potensi daerah kepada komunitas internasional.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Anxi Chen Qingyong, Bupati Banyuasin Askolani, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Melalui penyelenggaraan The 12th World Anxi Conference, Sumatera Selatan diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang terbuka terhadap pertemuan lintas budaya dan kerja sama internasional. Momentum ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat persaudaraan, melestarikan warisan budaya, dan membangun hubungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat lokal maupun global. (Red/RT)
































