OKU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah kebakaran menjangkau sejumlah wilayah dengan luas terdampak diperkirakan mencapai 45 hektare. Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., turun langsung meninjau lokasi kebakaran pada Minggu (25/10/2026) untuk memastikan upaya pemadaman dan pencegahan meluasnya titik api berjalan optimal.

Peninjauan dilakukan di sejumlah lokasi terdampak, yakni Kromongan, Tanjung Aman, Bukit Sari, dan Pasar Martapura. Pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap kejadian tersebut karena karhutla berpotensi merusak lingkungan, mengganggu aktivitas masyarakat, serta menimbulkan dampak kesehatan akibat asap.

Dalam penanganan karhutla, Bupati Lanosin menyampaikan tiga langkah strategis yang menjadi prioritas pemerintah daerah. Langkah tersebut meliputi mitigasi dan lokalisasi kebakaran, sosialisasi kepada masyarakat disertai penegakan hukum, serta penguatan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Pada langkah pertama, pemerintah daerah melakukan mitigasi dan lokalisasi wilayah kebakaran melalui pengerahan ekskavator. Upaya ini dilaksanakan dengan berkoordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) II. Pengerahan alat berat diharapkan membantu penanganan di lapangan dan membatasi penyebaran api.

Langkah kedua dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan. Pemerintah juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara melanggar ketentuan. Sementara itu, langkah ketiga adalah meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan guna memperkuat upaya pemadaman dan mengantisipasi meluasnya titik api.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun,” tegas Lanosin dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk mencegah munculnya kebakaran baru.

70 Persen Area Dilaporkan Berhasil Dipadamkan
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Timur, Rio Syamoni, S.T., M.M., menyampaikan bahwa luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 45 hektare. Berdasarkan laporan terakhir, sekitar 70 persen area tersebut dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Meski demikian, proses penanganan masih terus berlangsung. Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah sulitnya akses kendaraan menuju sejumlah titik api. Kondisi tersebut memerlukan upaya tambahan dan koordinasi antarpihak agar pemadaman dapat menjangkau area yang sulit diakses.

Sebagai langkah lanjutan, BPBD menyiapkan posko pengaduan di Kelurahan Bukit Sari. Posko ini direncanakan melibatkan relawan dari empat wilayah terdampak untuk membantu menerima laporan masyarakat sekaligus mendukung pemantauan kondisi kebakaran di lapangan.

Keberadaan posko diharapkan mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api baru maupun indikasi kebakaran yang berpotensi meluas. Dengan demikian, petugas dapat segera melakukan koordinasi dan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

BPBD juga akan terus memantau perkembangan kebakaran dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Apabila kebakaran meluas atau membutuhkan dukungan tambahan, pemerintah daerah akan mengusulkan bantuan pemadaman melalui metode water bombing atau penyiraman air dari udara. Namun, opsi tersebut masih berupa rencana pengajuan dan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Warga Diharapkan Aktif Melaporkan Titik Api
Seorang warga di wilayah terdampak berharap penanganan karhutla dapat berlangsung cepat agar kebakaran tidak meluas dan mengganggu aktivitas warga.

“Kami berharap api segera dipadamkan dan tidak merembet ke wilayah lain. Masyarakat juga perlu ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika melihat titik api, supaya petugas bisa lebih cepat melakukan penanganan,” ujar warga tersebut.

Selain melakukan pemadaman, Pemerintah Kabupaten OKU Timur berkoordinasi dengan Polres OKU Timur untuk menindak praktik pembakaran lahan yang melanggar hukum. Dugaan pembakaran untuk membuka lahan pertanian, termasuk untuk penanaman padi dan palawija, menjadi salah satu hal yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Melalui penguatan koordinasi, pengerahan sumber daya, penyiapan posko pengaduan, dan pelibatan masyarakat, Pemkab OKU Timur berharap kebakaran dapat segera dikendalikan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan mencegah meluasnya bencana karhutla di wilayah OKU Timur. (Red/Ynd)