SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengajak kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan dan organisasi menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Syaharuddin saat membuka kegiatan Darul Arqam Madya Nasional XI Pimpinan Cabang (PC) IMM Kabupaten Sidrap periode 2026–2027 di Aula ITKES Muhammadiyah Sidrap, Ahad (25/10/2026). Kegiatan ini diikuti kader IMM dari berbagai daerah di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap, Muhamm Tahir; Staf Ahli Bupati, Bachtiar; Kepala Dinas Kesehatan, Ishak Kenre; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Muhammad Arsul; Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidrap; Ketua Umum DPD IMM Sulawesi Selatan; serta jajaran pengurus PC IMM Sidrap.

Dalam sambutannya, Syaharuddin menegaskan bahwa masa muda merupakan periode penting untuk membentuk karakter, memperluas pengalaman, meningkatkan kapasitas diri, serta mempersiapkan masa depan. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menyeimbangkan proses pendidikan dengan aktivitas organisasi, pekerjaan, dan kegiatan produktif lainnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak perlu menunggu hingga menyelesaikan pendidikan untuk mulai berkarya. Pengalaman yang diperoleh selama menjalani perkuliahan dan berorganisasi justru dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan kehidupan.

“Bagus kalau diparalelkan, ilmunya jalan, praktiknya jalan. Jangan menunggu, tunggu dulu deh selesai kuliah baru saya kerja, jangan. Sambil kuliah sambil berproses, sambil bekerja, sambil berkarya,” tegas Syaharuddin.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena Kabupaten Sidrap dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan kaderisasi IMM tingkat nasional. Menurutnya, Darul Arqam Madya merupakan wadah strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia, memperkuat kepemimpinan, serta menanamkan karakter dan nilai-nilai organisasi kepada generasi muda.

Syaharuddin mengingatkan para kader agar memanfaatkan masa muda secara optimal. Ia menilai rentang usia 19–25 tahun menjadi salah satu fase penting yang dapat menentukan arah kehidupan seseorang pada masa mendatang.

“Jangan berhenti untuk berproses, tapi berprosesnya jangan lama. Berproses sambil mendapatkan sebuah lompatan dan loncatan yang pas. Jangan sia-siakan usia 19 tahun sampai 25 tahun,” pesannya.

Lebih lanjut, Syaharuddin mengajak kader IMM untuk bersinergi dengan pemerintah dalam membangun peradaban baru di Kabupaten Sidrap. Upaya tersebut, menurutnya, perlu dilandasi penguatan ilmu pengetahuan, akhlak, pembangunan, adab, dan agama.

Ia berharap IMM terus mengambil peran aktif dalam menggerakkan masyarakat melalui kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata. Pemerintah Kabupaten Sidrap, lanjutnya, mendukung kiprah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang berorientasi pada kemajuan daerah.

“Harapan saya sangat besar untuk IMM. Kita bekerja dan menggerakkan masyarakat ke hal yang positif, Alhamdulillah saya dukung,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPD IMM Sulawesi Selatan, Adrian Al-Fatih, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap pencapaian kaderisasi yang dilaksanakan PC IMM Sidrap. Ia menilai konsistensi dalam menyelenggarakan kegiatan perkaderan merupakan bagian penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi dan melahirkan kader-kader berkualitas.

“Perserikatan kami sangat termotivasi, terinspirasi, dan sangat bangga melihat pencapaian PC IMM Sidrap,” ujarnya.

Adrian menjelaskan bahwa kegiatan Darul Arqam Madya Nasional XI tersebut diikuti hampir 50 peserta yang berasal dari berbagai cabang IMM di Indonesia. Peserta di antaranya datang dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, hingga kawasan Papua.

Menurutnya, keikutsertaan kader dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan bahwa proses kaderisasi yang dikembangkan PC IMM Sidrap memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi kader IMM di kawasan Indonesia Timur.

“Sidrap yang notabene tidak dalam sentral geografis Sulawesi Selatan, tetapi kita bicara kualitas. Dan inilah yang kemudian menjadi magnet kader-kader IMM seluruh Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur, untuk selalu menunggu hajatan perkaderan di Kabupaten Sidrap. Karena kekhasan perkaderan Cabang Sidrap itu adalah militansi kepemimpinannya,” tegas Adrian.

Ia berharap PC IMM Sidrap bersama IMM Sulawesi Selatan dapat terus meningkatkan kualitas kaderisasi, memperkuat kepemimpinan, serta memperluas kontribusi organisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Adrian juga mendorong IMM untuk terus membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan demikian, kader IMM diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pemimpin organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Penyelenggaraan Darul Arqam Madya Nasional XI di Sidrap diharapkan semakin memperkuat peran daerah tersebut sebagai ruang pengembangan kepemimpinan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya kader-kader yang berintegritas, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (Red/Asr)