BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut serta kesehatan umum secara gratis. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit.
Bakti sosial tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebanyak 115 orang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan RSGM Gusti Hasan Aman. Dari jumlah tersebut, 35 orang menjalani pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, sedangkan 80 orang lainnya mengikuti pemeriksaan kesehatan umum.
Layanan kesehatan umum meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Masyarakat juga memperoleh konsultasi kesehatan gigi dan mulut serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan ruang publik seperti kawasan CFD merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.
“Dalam rangka menuju perayaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional, kami menghadirkan pemeriksaan kesehatan umum seperti tensi, gula darah, dan kolesterol, sekaligus pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut agar masyarakat dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatannya,” ujar Mashuda.
Ia menjelaskan, kegiatan di ruang publik memungkinkan masyarakat mengakses layanan pemeriksaan kesehatan dengan lebih mudah di sela-sela aktivitas akhir pekan. Selain memberikan pelayanan langsung, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
Mashuda menegaskan bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak cukup hanya dengan melakukan pengobatan ketika muncul keluhan. Upaya pencegahan melalui edukasi, pemeriksaan berkala, dan perawatan yang tepat perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Fokus utama kami adalah promosi kesehatan dan edukasi, karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Dengan deteksi dini dan perawatan yang tepat, kerusakan gigi dapat dicegah agar tidak semakin berat,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang memanfaatkan kesempatan pemeriksaan gratis tersebut. Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan yang diberikan RSGM Gusti Hasan Aman.
“Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat. Kami bisa memeriksakan kesehatan tanpa harus datang langsung ke rumah sakit. Pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan kesehatan gigi juga membuat kami lebih memahami kondisi tubuh. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin agar semakin banyak warga yang mendapatkan manfaat,” ujar warga tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, RSGM Gusti Hasan Aman juga berkolaborasi dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) dan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Kolaborasi tersebut menghadirkan edukasi mengenai berbagai penyakit mulut, termasuk kewaspadaan terhadap kemungkinan keganasan pada rongga mulut. Materi disampaikan secara interaktif untuk membantu masyarakat memahami pentingnya mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan apabila menemukan kelainan pada rongga mulut. Untuk menambah antusiasme peserta, penyelenggara juga membagikan hadiah atau doorprize.
Mashuda berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Kalimantan Selatan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Menurutnya, kesehatan gigi dan mulut berkaitan dengan kemampuan seseorang mengunyah makanan, pemenuhan kebutuhan nutrisi, serta pertumbuhan dan perkembangan anak.
Perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut pada anak juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencegahan stunting. Karena itu, edukasi kepada orang tua mengenai kebersihan rongga mulut, pola makan sehat, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu terus ditingkatkan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Humas RSGM bersama Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) akan terus memperkuat penyebarluasan informasi mengenai layanan kesehatan yang tersedia di RSGM Gusti Hasan Aman.
Rumah sakit tersebut didukung delapan layanan spesialis kedokteran gigi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat Banua.
Melalui kegiatan bakti sosial, edukasi, dan promosi kesehatan yang berkelanjutan, RSGM Gusti Hasan Aman berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses informasi dan pelayanan kesehatan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kalimantan Selatan melalui pencegahan penyakit dan deteksi dini.
(Red/MNS)





























