BENGKULU UTARA – Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum Mahyudin bin Saharudin dalam kegiatan takziah malam kedua, Kamis (15/10/2026). Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan akta kematian sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Kehadiran Bupati bersama jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait di rumah duka menjadi bentuk empati kepada keluarga yang ditinggalkan. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan humanis, termasuk ketika masyarakat sedang menghadapi suasana duka.
Dalam sambutannya, Arie Septia menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian almarhum. Ia mengenang Mahyudin sebagai sosok yang baik, humoris, dan mudah bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Bupati juga mengingat kembali interaksi terakhirnya dengan almarhum beberapa waktu lalu.
“Beliau ini mudah bergaul, dan orangnya baik, humoris,” ujar Arie Septia.
Selain menyampaikan belasungkawa, Bupati memanfaatkan momentum tersebut untuk menyosialisasikan transformasi pelayanan administrasi kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bengkulu Utara. Pemerintah daerah kini mendorong sistem pelayanan yang lebih proaktif melalui program jemput bola, sehingga masyarakat tidak harus selalu datang langsung ke kantor Dukcapil untuk mengurus dokumen tertentu.
Menurut Arie, program tersebut mencakup pelayanan penerbitan akta kematian serta layanan lain, termasuk pemberian kado pernikahan bagi masyarakat. Petugas Dukcapil akan mendatangi warga yang membutuhkan pelayanan hingga ke wilayah pelosok dengan membawa perlengkapan yang diperlukan.
“Sebagai program pemerintah untuk meningkatkan pelayanan di tengah-tengah masyarakat, melalui Dinas Dukcapil kami membuat pelayanan jemput bola. Mulai dari akta kematian, habis itu kado pernikahan. Ini bentuk pelayanan pemerintah untuk menjemput bola di Dukcapil sampai ke pelosok-pelosok, bawa kamera, bawa ini, dan segala macamnya,” jelasnya.
Bupati menegaskan bahwa inovasi pelayanan tersebut diharapkan dapat mengurangi kendala jarak dan waktu yang selama ini dihadapi sebagian masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan. Dengan mendatangi warga secara langsung, pemerintah ingin memastikan pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
Tidak hanya untuk penerbitan akta kematian, kemudahan pelayanan juga diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan perbaikan dokumen kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Untuk kebutuhan tersebut, masyarakat dapat berkoordinasi melalui kepala desa dan camat setempat. Selanjutnya, kebutuhan pelayanan akan dikoordinasikan agar petugas Dukcapil dapat turun langsung ke lapangan sesuai keperluan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa sekaligus mempercepat penanganan kebutuhan administrasi kependudukan warga. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara berupaya memastikan bahwa masyarakat, termasuk yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan, tetap memperoleh akses pelayanan yang layak.
Rangkaian kegiatan takziah malam kedua kemudian ditutup dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustaz Dimas Rahmat. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan keluarga dan jemaah yang hadir agar memanfaatkan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh serta berbuat baik kepada sesama.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Pesan tersebut menjadi penguatan spiritual bagi keluarga yang berduka sekaligus mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, dan menjalani kehidupan dengan penuh kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara tidak hanya menunjukkan kepedulian kepada keluarga yang berduka, tetapi juga menegaskan pentingnya pelayanan publik yang hadir secara langsung di tengah masyarakat. (Red)

































