JAWA TENGAH – Holding BUMN Pangan ID FOOD bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun langsung memantau kesiapan pasokan pangan dan sarana distribusi di sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan operasionalisasi KDKMP sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat, khususnya dalam menyediakan kebutuhan pangan pokok dan memperluas akses distribusi di tingkat desa dan kelurahan.

Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, mengatakan pemantauan itu merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk memeriksa kesiapan operasional 10.070 titik KDKMP yang dimulai pada 15 Oktober 2026. Pemeriksaan mencakup ketersediaan komoditas kebutuhan pokok, kelengkapan fasilitas pendukung, serta kesiapan pelayanan koperasi kepada masyarakat.

Dalam peninjauan di Kabupaten Purworejo, jajaran ID FOOD bersama Bapanas mendatangi sejumlah KDKMP, yakni Pangenjurutengah, Doplang, Mranti, Sidomulyo, Cangkreplor, Cangkrepkidul, dan Ganggeng.

Ghimoyo menegaskan, kesiapan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar koperasi dapat beroperasi secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Koperasi Merah Putih memiliki peran penting dalam mendekatkan akses pangan kepada masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, kesiapan pasokan dan kelancaran distribusi, terutama untuk komoditas pangan, perlu menjadi perhatian bersama agar koperasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Ghimoyo saat melakukan peninjauan.

Menurutnya, keberadaan KDKMP tidak hanya ditujukan untuk memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi desa. Koperasi dapat berperan sebagai pembeli hasil produksi masyarakat setempat sehingga petani memiliki akses pasar yang lebih luas untuk memasarkan hasil panennya.

Dengan pola tersebut, KDKMP diharapkan mampu menghubungkan produsen pangan di tingkat desa dengan konsumen secara lebih efektif. Selain memperluas pemasaran hasil pertanian, keberadaan koperasi juga berpotensi membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal.

ID FOOD Perkuat Rantai Pasok Pangan
Sebagai Holding BUMN Pangan, ID FOOD berperan dalam memperkuat rantai pasok dan distribusi komoditas pangan melalui sinergi dengan pemerintah, BUMN, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan KDKMP.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara terkait penyediaan dan distribusi gula untuk memenuhi kebutuhan Koperasi Merah Putih.

Ghimoyo menjelaskan bahwa kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pasokan pangan yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, kebutuhan komoditas di tingkat koperasi diharapkan dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Selain gula, ID FOOD juga tengah menjajaki peluang penyediaan dan distribusi sejumlah komoditas pangan pokok lainnya melalui jaringan KDKMP. Pengembangan tersebut akan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, karakteristik konsumsi, serta potensi komoditas di masing-masing daerah.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat pola distribusi lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan pasokan yang terencana, koperasi diharapkan dapat menyediakan barang kebutuhan pokok secara lebih konsisten.

Periksa Stok hingga Layanan Pembayaran Digital
Dalam kegiatan pemantauan, tim ID FOOD dan Bapanas memeriksa kondisi gudang, ketersediaan stok, kelengkapan barang di rak penjualan, serta kesiapan sarana operasional koperasi.

Pemeriksaan juga mencakup proses transaksi di kasir, termasuk penggunaan aplikasi koperasi dan fasilitas pembayaran digital. Aspek tersebut menjadi perhatian untuk memastikan kegiatan operasional berjalan dengan baik dan memudahkan masyarakat saat berbelanja.

Selain melakukan pemeriksaan fisik, jajaran ID FOOD dan Bapanas berdialog langsung dengan pengelola koperasi serta masyarakat. Dialog tersebut bertujuan memperoleh gambaran mengenai harga barang, ketersediaan kebutuhan pokok, kemudahan transaksi, dan kualitas pelayanan yang diberikan.

Masukan dari pengelola dan masyarakat diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kesiapan operasional KDKMP sebelum dan selama menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pemantauan tersebut, ID FOOD bersama Bapanas mendorong agar operasionalisasi KDKMP didukung pasokan pangan yang memadai, sistem distribusi yang terintegrasi, serta pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Keberadaan KDKMP diharapkan tidak hanya memperkuat akses masyarakat terhadap bahan pangan, tetapi juga mendukung pemasaran hasil pertanian dan menggerakkan perekonomian di tingkat desa dan kelurahan. (Adv)