LEBONG — Berdasarkan berita acara rapat kerja Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Lebong tertanggal 8 September 2025 tentang jadwal pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2025 yang telah melalui tahap pembahasan di masing-masing komisi, maka sesuai agenda yang ditetapkan, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Lebong bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melanjutkan pembahasan Rancangan APBD-P Tahun Anggaran 2025 di tingkat Banggar pada Kamis (25/9/2025).

Rapat pembahasan yang berlangsung di ruang rapat internal DPRD Kabupaten Lebong tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Banggar, yang juga Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Carles Ronsen, didampingi Wakil Ketua I Ahmad Lutfi, beserta seluruh anggota Banggar lainnya. Sementara dari pihak eksekutif, hadir langsung Ketua TAPD sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lebong Dr. H. Syarifudin, Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Riswan Effendi, Plt Kepala Bappeda, serta jajaran TAPD lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Lebong Carles Ronsen menegaskan bahwa pembahasan di tingkat Banggar merupakan tahapan strategis dalam proses perencanaan keuangan daerah. Rapat ini menjadi momentum penting untuk meninjau kembali arah kebijakan dan struktur anggaran agar tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi ekonomi daerah maupun nasional.
“Pembahasan APBD-P di tingkat Banggar bukan hanya sekadar penyesuaian teknis anggaran, tetapi merupakan upaya strategis untuk memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat dikelola dengan bijak, efisien, dan tepat sasaran. Kita ingin memastikan bahwa perubahan anggaran ini benar-benar berorientasi pada kepentingan publik dan pembangunan daerah,” ujar Carles Ronsen.
Carles menjelaskan, beberapa poin penting dalam pembahasan Banggar kali ini meliputi penelaahan mendalam terhadap struktur APBD Perubahan, baik dari sisi pendapatan, belanja operasi, belanja modal, maupun pembiayaan daerah. Selain itu, Banggar juga memberikan evaluasi terhadap program-program prioritas, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, serta percepatan pembangunan infrastruktur daerah.
“Banggar bersama TAPD juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan fiskal dan memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif agar perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan optimal. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi landasan utama dalam setiap proses pembahasan dan pengambilan keputusan anggaran,” tambahnya.
Menurut Carles, pembahasan APBD-P ini juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi potensi pemborosan, menilai efektivitas program, serta memastikan bahwa anggaran daerah benar-benar diarahkan pada sektor-sektor produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan.
“Kami berkomitmen untuk menjaga asas transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pembahasan. DPRD ingin memastikan bahwa kebijakan fiskal daerah mampu menjadi instrumen efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lebong,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris DPRD Kabupaten Lebong Cahyo Sectiantoro menyampaikan bahwa sesuai hasil rapat Banmus, pembahasan lanjutan APBD-P Tahun Anggaran 2025 akan kembali digelar pada Jumat (26/9/2025). Dalam agenda tersebut, Banggar bersama TAPD akan melakukan pendalaman terhadap sektor-sektor strategis yang memerlukan prioritas pendanaan tambahan sesuai hasil evaluasi masing-masing komisi.
“Seluruh proses pembahasan berjalan kondusif, produktif, dan penuh semangat kolaborasi antara legislatif dan eksekutif. Diharapkan hasil akhir pembahasan nanti mampu menghasilkan kebijakan anggaran yang berpihak kepada rakyat dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Lebong,” tutup Cahyo.
Melalui proses pembahasan APBD-P ini, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Lebong berharap dapat mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang lebih adaptif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sejalan dengan visi besar pembangunan Lebong menuju daerah yang mandiri, maju, dan sejahtera. (Adv)


































