REMBANG – Bupati Rembang, H. Harno, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, memperkuat pembangunan keluarga berkualitas sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencegah stunting.
Menurut Harno, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pemenuhan gizi juga harus menjadi perhatian bersama untuk mempersiapkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Harno saat menghadiri kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Pendopo R.A. Kartini, Kabupaten Rembang, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPR RI Komisi IX, Edi Wuryanto, jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), serta sejumlah organisasi kepemudaan.
Dalam sambutannya, Harno menjelaskan bahwa Program Bangga Kencana, yang merupakan singkatan dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana, memiliki peran strategis dalam mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Keluarga yang sehat dan harmonis menjadi lingkungan penting bagi tumbuh kembang anak agar kelak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, produktif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Oleh karena itu, Harno menilai sejumlah upaya perlu terus diperkuat, mulai dari percepatan penurunan stunting, peningkatan kesadaran tentang kesehatan reproduksi, pelayanan keluarga berencana, hingga pendampingan terhadap keluarga yang berisiko mengalami stunting.
“Kita perlu memastikan bahwa masyarakat mendapatkan informasi yang benar, pelayanan yang mudah dijangkau, serta pendampingan yang berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Rembang menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata,” ujar Harno.
Ia juga menyoroti potensi Muhammadiyah sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan keluarga. Melalui jaringan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang dimiliki, Muhammadiyah dinilai dapat membantu memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga berkualitas.
Harno berharap kegiatan fasilitasi teknis tersebut tidak sekadar menjadi forum sosialisasi, tetapi juga menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.
“Perkuat koordinasi, tingkatkan kapasitas kader, bangun komunikasi yang efektif, serta pastikan setiap program menjawab kebutuhan keluarga di Rembang,” imbuhnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan pembangunan keluarga sebagai tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas keluarga sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Rembang yang maju dan sejahtera.
Edi Wuryanto Dorong Gerakan Ayah Peduli Stunting
Sementara itu, anggota DPR RI Komisi IX, Edi Wuryanto, menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental perempuan, khususnya selama masa kehamilan. Menurutnya, kondisi kesehatan ibu menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam upaya mencegah stunting sejak dini.
Ia menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi, dukungan keluarga, serta kemampuan mengelola stres merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian selama kehamilan. Karena itu, ibu hamil membutuhkan lingkungan yang mendukung agar dapat menjalani kehamilan dengan baik.
Edi menegaskan bahwa pencegahan stunting bukan semata-mata menjadi tanggung jawab ibu. Ayah, anggota keluarga lainnya, dan lingkungan sekitar juga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan, baik dari segi pemenuhan gizi maupun pendampingan selama kehamilan.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi warga di lingkungan masing-masing, terutama ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi atau berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kalau ada tetangga yang hamil, mengalami kekurangan gizi, dan berasal dari keluarga kurang mampu, mari kita bantu melalui gerakan gotong royong untuk mencegah stunting,” pesannya.
Selain itu, Edi mendorong penguatan gerakan ayah peduli stunting sebagai upaya meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam pembinaan keluarga. Peran ayah dinilai penting dalam mendampingi ibu hamil, memastikan pemenuhan gizi anak, serta terlibat aktif dalam pengasuhan sejak usia dini.
Melalui kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya kolaborasi dalam membangun keluarga berkualitas. Keterlibatan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, dan keluarga menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Dengan dukungan dan kepedulian bersama, upaya meningkatkan kualitas keluarga dan mencegah stunting di Kabupaten Rembang diharapkan semakin optimal. Langkah tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Red/ARTW)





























