JAKARTA – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengusulkan alokasi dana investasi sebesar 25 juta dolar AS atau sekitar Rp391 miliar untuk masing-masing dari 211 asosiasi anggota di seluruh dunia. Rencana tersebut menjadi bagian dari FIFA Surplus Solidarity Programme periode 2027–2030 yang ditujukan untuk memperkuat pengembangan sepak bola global.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, usulan program tersebut dibahas dalam rapat Dewan FIFA pertama setelah penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Home of FIFA, Zurich, Swiss. Jika disetujui, alokasi dana tersebut berpotensi menjadi dukungan signifikan bagi asosiasi sepak bola nasional, termasuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dalam mengembangkan berbagai program pembinaan dan infrastruktur.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa peningkatan dana bantuan tersebut mencerminkan komitmen organisasi untuk memberikan dukungan kepada seluruh asosiasi anggota secara merata. Menurutnya, besarnya alokasi yang direncanakan juga menunjukkan peningkatan kapasitas bantuan FIFA selama satu dekade kepemimpinannya.
“Dalam sepuluh tahun sejak saya menjadi Presiden FIFA, dana bantuan kita telah melonjak drastis, dari yang semula hanya 1 juta dolar AS kini menyentuh 25 juta dolar AS untuk setiap asosiasi anggota di seluruh dunia,” ujar Infantino dalam keterangan resmi.
Ia menjelaskan bahwa dana cadangan yang dimiliki FIFA pada dasarnya merupakan sumber daya yang diperuntukkan bagi kepentingan seluruh anggota. Oleh karena itu, peningkatan investasi sepak bola global menjadi salah satu langkah untuk memperluas kesempatan pengembangan olahraga tersebut di berbagai negara.
Total investasi yang direncanakan melalui program tersebut mencapai 6,35 miliar dolar AS atau sekitar Rp114 triliun, berdasarkan angka yang disampaikan dalam keterangan terkait program. Dana itu diarahkan untuk memperkuat ekosistem sepak bola, mulai dari pembinaan pemain hingga pengembangan fasilitas olahraga.
Peningkatan kemampuan pendanaan FIFA didukung oleh keuntungan komersial dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim nasional. Berdasarkan proyeksi untuk siklus 2023–2026, keuntungan bersih organisasi diperkirakan mencapai 5,2 miliar hingga 5,6 miliar dolar AS.
Meski demikian, FIFA tetap merencanakan pengamanan dana cadangan sebesar 1,7 miliar dolar AS untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak terduga. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas keuangan organisasi sekaligus memastikan keberlanjutan program pengembangan sepak bola.
Prioritaskan Sepak Bola Wanita dan Infrastruktur
FIFA menetapkan sejumlah sektor penting sebagai prioritas penggunaan dana bantuan sebesar 25 juta dolar AS untuk setiap asosiasi anggota. Bidang yang menjadi perhatian mencakup pengembangan sepak bola wanita, penyelenggaraan kompetisi usia dini, pelaksanaan proyek jangka panjang, serta pembangunan infrastruktur olahraga.
Prioritas tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi sepak bola di berbagai negara. Pembinaan pemain usia dini, misalnya, berperan penting dalam menciptakan jalur pengembangan talenta yang berkelanjutan. Sementara itu, dukungan terhadap sepak bola wanita diharapkan memperluas partisipasi dan meningkatkan kualitas kompetisi.
Bagi Indonesia, apabila program tersebut disetujui dan PSSI memenuhi persyaratan yang ditetapkan, peluang pendanaan ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembinaan pemain muda, memperkuat kompetisi, mengembangkan sepak bola wanita, serta meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga.
Namun, pemanfaatan dana tersebut tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan yang ditetapkan FIFA. Perencanaan program, transparansi penggunaan anggaran, serta pengawasan yang memadai menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola nasional.
FIFA menyatakan bahwa rincian mekanisme pengajuan, pencairan, dan audit anggaran akan difinalisasi dalam rapat Dewan FIFA berikutnya yang dijadwalkan pada Desember 2026. Selanjutnya, keseluruhan program tersebut akan diajukan untuk memperoleh pengesahan dalam Kongres FIFA ke-77 yang direncanakan berlangsung pada Maret 2027.
Dengan rencana investasi tersebut, FIFA berupaya memperluas dukungan terhadap asosiasi anggota dan memperkuat pengembangan sepak bola di berbagai belahan dunia. Bagi setiap negara, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa peluang pendanaan dapat diterjemahkan menjadi program yang terukur, transparan, dan berdampak nyata bagi kemajuan sepak bola. (Red)

































