JOMBANG – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto berziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sekaligus bersilaturahmi dengan para ulama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu.

Berdasarkan siaran pers Polri yang diterima di Jakarta, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan Kapolri terhadap Gus Dur sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi penting bagi perjalanan dan kemajuan Indonesia. Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), ulama, tokoh agama, dan kalangan pesantren.

Silaturahmi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta kerja sama dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

“Silaturahmi ke Ponpes Tebuireng dan ziarah ke makam Gus Dur juga menjadi momentum untuk terus memperkuat hubungan antara Polri dengan para ulama, tokoh agama, serta lingkungan pesantren,” demikian keterangan dalam siaran pers Polri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Kapolri bersama rombongan di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng sekitar pukul 12.15 WIB. Kedatangan tersebut disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes Tebuireng, K.H. Abdul Hakim Mahfudz.

Setibanya di lingkungan pesantren, Kapolri terlebih dahulu menunaikan ibadah salat Zuhur di masjid pondok. Setelah itu, ia bersama rombongan melanjutkan kegiatan menuju kompleks pemakaman untuk berziarah ke makam K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Di kompleks pemakaman, Kapolri bersama rombongan memanjatkan doa dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum. Ziarah tersebut menjadi bagian dari upaya mengenang jasa serta keteladanan Gus Dur sebagai tokoh nasional yang dikenal memiliki perhatian terhadap kehidupan kebangsaan dan kerukunan masyarakat.

Perkuat Sinergi Polri dan Kalangan Pesantren
Usai berziarah, Kapolri melanjutkan kegiatan dengan berdialog bersama sejumlah ulama dan pengurus Ponpes Tebuireng. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara institusi kepolisian dan kalangan pesantren.

Komunikasi antara Polri dan tokoh agama dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ulama dan pengurus pesantren juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan perdamaian, memperkuat toleransi, serta menjaga keharmonisan di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan tokoh agama dapat terus terpelihara. Kolaborasi kedua pihak diharapkan turut mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif, terutama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dalam siaran persnya, Polri menegaskan komitmen untuk terus membangun kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk ulama dan lingkungan pesantren.

“Polri berkomitmen membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama dan kalangan pesantren, dalam menjaga kebersamaan, toleransi, serta keutuhan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” demikian penutup siaran pers tersebut.

Kunjungan ke Ponpes Tebuireng dan ziarah ke makam Gus Dur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan Polri dengan tokoh agama dan masyarakat. Melalui silaturahmi yang berkelanjutan, Polri berharap nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan dapat terus dijaga demi mendukung kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis. (Red/Rls)