BANGKA SELATAN – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menyalurkan 70 paket perlengkapan rumah tangga kepada warga terdampak kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mulai bersiap menjalani aktivitas secara mandiri setelah layanan dapur umum berakhir. Paket bantuan berisi perlengkapan memasak, peralatan mandi, karpet alas tidur, serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan penerima saat Noni mengunjungi posko pengungsian di SDN 7 Simpang Rimba. Bantuan tersebut berasal dari donasi yang dihimpun sejumlah organisasi, di antaranya TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dharma Wanita, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta berbagai pihak lain yang turut menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Noni didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fery Afriyanto, serta jajaran pemerintah daerah dan organisasi terkait.
Noni menjelaskan, bantuan perlengkapan rumah tangga diperlukan karena warga kehilangan berbagai barang milik mereka akibat kebakaran. Menurutnya, penanganan korban bencana tidak cukup hanya dengan menyediakan kebutuhan pangan dan sandang, tetapi juga harus memperhatikan perlengkapan yang dibutuhkan untuk kembali menjalankan kegiatan sehari-hari.
“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu melihat apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Bantuan sandang dan pangan sudah banyak disalurkan, tetapi warga juga membutuhkan perlengkapan untuk memasak dan memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Karena itu, kami berupaya menyiapkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut,” ujar Noni.
Selain menyerahkan bantuan, Noni memberikan perhatian khusus kepada keluarga yang memiliki bayi berusia dua hingga empat bulan. Ia mengingatkan bahwa bayi dan anak-anak termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam menjaga kesehatan dan keselamatan selama berada di lingkungan pengungsian.
Menurutnya, kondisi pascakebakaran mengharuskan orang tua lebih waspada dalam memastikan anak-anak berada di tempat yang aman dan terlindungi. Pemenuhan kebutuhan kelompok rentan perlu menjadi perhatian agar kesehatan dan keselamatan mereka tetap terjaga selama keluarga menjalani masa pemulihan.
Noni juga memberikan dukungan moril kepada warga agar tetap tabah menghadapi musibah. Ia berharap masyarakat diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan untuk melewati masa sulit serta kembali menata kehidupan mereka.
“Semoga Bapak dan Ibu diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Insyaallah, semoga semua kebaikan yang diberikan hari ini menjadi jalan untuk mendapatkan kebaikan yang lebih besar, dan apa yang hilang diganti oleh Allah dengan yang lebih baik,” tuturnya.
Tinjau Hunian Sementara dan Lokasi Kebakaran
Setelah mengunjungi posko pengungsian dan menyerahkan bantuan, Noni bersama rombongan meninjau lokasi hunian sementara yang dibangun tidak jauh dari kawasan terdampak. Rombongan kemudian melihat langsung lokasi kebakaran untuk mengetahui kondisi lahan serta dampak yang ditimbulkan oleh peristiwa tersebut.
Berdasarkan penjelasan di lokasi, kawasan yang terbakar memiliki karakteristik lahan gambut yang dapat tergenang air dalam kondisi normal. Namun, ketika musim kemarau tiba, lahan tersebut mengering sehingga lebih rentan terbakar. Kebakaran disebut telah terjadi beberapa kali, sedangkan kejadian kali ini dinilai sebagai yang terbesar berdasarkan keterangan yang disampaikan di lokasi.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi warga, perkembangan penanganan pengungsian, serta kebutuhan lanjutan yang diperlukan dalam proses pemulihan pascakebakaran.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menegaskan tanggung jawab pemerintah daerah dalam menangani warga terdampak. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan untuk mencari solusi lanjutan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan penyediaan hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Saat ini, sebagian warga telah meninggalkan posko pengungsian untuk sementara waktu dan tinggal di rumah kerabat. Sementara itu, sekitar 70 kepala keluarga masih bertahan di posko pengungsian SDN 7 Simpang Rimba.
Penyaluran bantuan dan peninjauan lapangan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih tepat, sekaligus memastikan dukungan bagi warga terdampak terus berlanjut selama masa pemulihan.
Bagi Noni, bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan barang, tetapi juga merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Ia berharap dukungan dari berbagai organisasi, pemerintah, dan masyarakat terus mengalir agar warga dapat melewati masa pemulihan dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Melalui sinergi pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan berbagai unsur masyarakat, upaya pemulihan diharapkan berjalan secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dasar, keselamatan kelompok rentan, serta ketersediaan tempat tinggal yang layak bagi warga terdampak kebakaran. (Red/RC)






























