PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menerima kunjungan silaturahmi Kapolda Sumsel yang baru, Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., beserta jajaran pejabat utama Polda Sumsel di Griya Agung, Palembang, Jumat (16/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Polda Sumsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah dan prioritas nasional.
Dalam pertemuan itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana menegaskan komitmen jajarannya untuk mendukung jalannya pemerintahan daerah. Polda Sumsel juga siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dalam menyukseskan berbagai program prioritas nasional yang dilaksanakan di wilayah Sumsel.
“Program Presiden Prabowo di Sumsel harus disukseskan. Gubernur adalah motor penggeraknya, dan kami siap memberikan dukungan penuh sesuai fungsi kepolisian sebagai alat negara,” ujar Rony Samtana.
Menurutnya, koordinasi dan kerja sama antara kepolisian dengan pemerintah daerah merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kondisi keamanan yang terjaga diharapkan dapat mendukung kelancaran pembangunan serta pelaksanaan berbagai program yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Menanggapi komitmen tersebut, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas Sumsel.
Ia menilai kerja sama lintas sektor diperlukan untuk mempertahankan stabilitas daerah, terutama di tengah keberagaman budaya dan tingginya harapan masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya alam Sumsel.
Sejumlah isu strategis turut dibahas dalam pertemuan tersebut. Salah satunya adalah upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Sumsel. Pemerintah daerah dan kepolisian diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
Selain itu, kedua pihak membahas kolaborasi dalam penanggulangan bencana kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari. Penanganan persoalan tersebut membutuhkan koordinasi antarlembaga agar langkah pencegahan dan penanggulangan dapat berjalan efektif.
Persoalan pemeliharaan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian. Kualitas jalan yang terjaga dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi barang, serta aktivitas perekonomian daerah.
Dalam kaitan dengan keselamatan dan ketertiban lalu lintas, penindakan terhadap kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi dan muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) turut menjadi pembahasan. Penanganan kendaraan ODOL diharapkan dapat mendukung keselamatan pengguna jalan sekaligus membantu menjaga kondisi infrastruktur agar tidak cepat mengalami kerusakan akibat beban berlebih.
Pertemuan tersebut juga menyinggung pentingnya memperkuat identitas lokal Sumatera Selatan. Salah satu bentuknya adalah pengenalan dan penggunaan simbol budaya daerah, termasuk tanjak sebagai bagian dari identitas masyarakat Sumsel.
Kunjungan silaturahmi ini diharapkan menjadi landasan bagi penguatan koordinasi antara Pemprov Sumsel dan Polda Sumsel dalam menghadapi berbagai tantangan daerah. Sinergi tersebut mencakup aspek keamanan, penanggulangan bencana, pemeliharaan infrastruktur, penegakan aturan lalu lintas, hingga pelestarian budaya lokal.
Kapolda Sumsel turut didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Irwansyah, Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda), serta sejumlah direktur di lingkungan Polda Sumsel.
Melalui komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan, Pemprov Sumsel dan Polda Sumsel diharapkan dapat menjaga situasi daerah tetap kondusif sekaligus mendukung kelancaran pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red/En)

































