BENGKULU TENGAH – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bengkulu Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat tata kelola organisasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan pelatihan pengembangan kompetensi public speaking atau keterampilan berbicara di depan umum di Ruang Rapat Bupati Bengkulu Tengah, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Ketua DWP Kabupaten Bengkulu Tengah, Ny. Widiawati Marisi, S.H., wakil ketua, jajaran pengurus, serta para ketua DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah. Pelatihan ini menghadirkan Rofadilla Azda, S.I.Kom., M.A., sebagai narasumber.
Pertemuan rutin tersebut menjadi sarana bagi pengurus dan anggota DWP untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, terutama dalam menyampaikan gagasan di hadapan publik dan menjalankan tugas sebagai pembawa acara dalam kegiatan formal. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk menunjang peran pengurus dalam berbagai kegiatan organisasi maupun acara kedinasan.
Selain berfokus pada peningkatan kompetensi individu, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk membahas rencana kerja organisasi dan memperkuat administrasi kepengurusan DWP di setiap OPD. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih tertata, aktif, dan mampu menjalankan program secara optimal.
Dalam arahannya, Ketua DWP Kabupaten Bengkulu Tengah, Ny. Widiawati Marisi, S.H., mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pengalaman, menyampaikan pertanyaan, serta belajar bersama guna meningkatkan kemampuan diri, khususnya dalam bidang public speaking.
Menurut Widiawati, pertemuan rutin dapat menjadi ruang pembelajaran bagi para pengurus untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ia berharap setiap peserta dapat mengikuti pelatihan secara aktif sehingga materi yang disampaikan narasumber dapat dipahami dan diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan organisasi.
“Hari ini bisa kita manfaatkan untuk sharing, untuk bertanya, untuk sama-sama belajar meningkatkan kemampuan kita di bidang public speaking,” ujarnya.
Ia menilai keterampilan berbicara di depan umum merupakan salah satu kemampuan yang perlu terus dikembangkan oleh pengurus DWP. Kemampuan berkomunikasi dengan baik dapat membantu pelaksanaan tugas organisasi, baik ketika menyampaikan informasi, memandu acara, maupun berinteraksi dengan anggota dan pihak lain.
Di samping peningkatan kompetensi, Widiawati menyoroti pentingnya pembentukan dan penetapan kepengurusan DWP pada setiap OPD melalui penerbitan surat keputusan (SK) kepengurusan. Menurutnya, kelengkapan administrasi tersebut menjadi salah satu dasar untuk memperkuat keberadaan organisasi sekaligus mendukung pelaksanaan program kerja di masing-masing perangkat daerah.
Ia menyampaikan, hingga kegiatan berlangsung, SK kepengurusan DWP OPD yang telah tersedia berasal dari empat instansi, yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Widiawati berharap OPD lain segera melengkapi administrasi kepengurusan agar keberadaan DWP di setiap perangkat daerah semakin jelas dan pelaksanaan kegiatan organisasi dapat berjalan lebih terarah. Untuk mendorong percepatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada pihak yang menyerahkan SK kepengurusan pada hari pelaksanaan kegiatan.
“Bagi yang bisa menyerahkan SK Pengurus DWP OPD hari ini, bulan depan Bunda kasih reward,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi dorongan bagi masing-masing OPD untuk segera menuntaskan kelengkapan administrasi kepengurusan. Dengan administrasi yang tertib, koordinasi organisasi di tingkat kabupaten maupun perangkat daerah diharapkan semakin kuat sehingga program-program DWP dapat dilaksanakan secara lebih efektif.
Pada kesempatan yang sama, Widiawati memaparkan rencana pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan yang direncanakan berlangsung di Kampung Durian. Ia menegaskan, peringatan hari ulang tahun tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata yang dapat dirasakan setelah acara selesai.
Menurutnya, kegiatan peringatan HUT perlu dirancang dengan konsep yang memberikan nilai tambah bagi peserta maupun masyarakat yang terlibat. Karena itu, perencanaan kegiatan perlu memperhatikan manfaat dan hasil yang ingin dicapai, bukan semata-mata berfokus pada pelaksanaan acara.
“Jadi kita tidak lagi ceremonial yang sifatnya hanya ceremonial aja. Tapi untuk konsep kita di tahun ini, ada hal yang kita bawa ketika kita selesai melaksanakan kegiatan ulang tahun,” tuturnya.
Terkait peserta, Widiawati menjelaskan bahwa peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan akan melibatkan seluruh pengurus DWP Kabupaten Bengkulu Tengah dan DWP OPD. Pemerintah kabupaten direncanakan menanggung akomodasi lima orang peserta dari masing-masing OPD.
Meski demikian, ia berharap jumlah anggota DWP OPD yang berpartisipasi dapat melampaui kuota yang ditanggung pemerintah kabupaten. Dengan keterlibatan peserta yang lebih banyak, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi anggota sekaligus memperkuat kebersamaan dan koordinasi antaranggota organisasi.
“Pesertanya adalah seluruh pengurus dari kabupaten, masing-masing pengurus DWP OPD nanti pesertanya yang akan diakomodir oleh kabupaten adalah lima orang per OPD. Tetapi, Bunda tetap berharap yang ikut dari OPD itu lebih dari lima orang, tetapi yang ditanggung oleh kabupaten adalah lima orang,” jelasnya.
Melalui pertemuan rutin dan pelatihan public speaking ini, DWP Kabupaten Bengkulu Tengah diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengurus, memperbaiki kualitas komunikasi, serta memperkuat administrasi dan koordinasi organisasi. Persiapan peringatan HUT yang berorientasi pada manfaat nyata juga diharapkan menjadi langkah untuk mendorong kegiatan DWP agar semakin produktif dan memberikan dampak positif.
Dengan peningkatan kompetensi dan tata kelola yang lebih baik, DWP Kabupaten Bengkulu Tengah diharapkan dapat menjalankan program kerja secara lebih terencana, memperkuat peran anggotanya, serta mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi secara berkelanjutan. (Adv)





























