JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan). Pelantikan tersebut melengkapi susunan wakil menteri di Kementerian Pertanian (Kementan), yang sebelumnya telah diisi oleh Muhammad Saleh Mustafa.

Alim dilantik di Istana Kepresidenan, Jakarta, bersama sejumlah pejabat negara lainnya. Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier Alim, yang selama ini dikenal sebagai akademisi dan pimpinan perguruan tinggi, khususnya di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sebelum dipercaya menjadi Wamentan, Alim menjabat sebagai Rektor IPB. Ia memiliki rekam jejak panjang di lingkungan kampus tersebut, baik dalam bidang akademik maupun pengelolaan kelembagaan. Pengalaman itu menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya sebelum memasuki jajaran pemerintahan.

Berkarier Panjang di Lingkungan IPB
Perjalanan karier Alim Setiawan Slamet tidak terlepas dari IPB. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis yang berkaitan dengan pengembangan mahasiswa, administrasi perguruan tinggi, serta pengelolaan sumber daya dan infrastruktur.

Pada 2007–2012, Alim tercatat pernah menjabat sebagai asisten rektor IPB. Selanjutnya, pada 2008–2013, ia terlibat dalam Komisi Kemahasiswaan di Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM).

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut dengan penugasannya sebagai Kepala Kantor Sekretariat Rektor IPB pada 2013–2014. Posisi itu memberinya pengalaman dalam mendukung pelaksanaan tugas pimpinan perguruan tinggi dan koordinasi kelembagaan.

Pada 2018–2022, Alim menjabat sebagai Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier IPB. Dalam posisi tersebut, ia berkaitan dengan pengelolaan kemahasiswaan serta pengembangan karier mahasiswa.

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumber Daya dan Infrastruktur IPB untuk periode 2022–2025. Sebelum dilantik sebagai Wamentan, Alim kemudian menjabat sebagai Rektor IPB.

Rangkaian jabatan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman profesional Alim selama bertahun-tahun banyak berpusat pada dunia pendidikan tinggi, manajemen organisasi, serta pengembangan sumber daya institusi.

Tempuh Pendidikan hingga Jepang
Selain memiliki pengalaman panjang di lingkungan perguruan tinggi, Alim juga menempuh pendidikan di bidang teknologi industri pertanian dan agribisnis.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana (S-1) pada Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor, pada 2005. Setelah itu, Alim melanjutkan pendidikan magister (S-2) pada bidang dan perguruan tinggi yang sama pada 2009.

Pendidikan akademiknya berlanjut ke jenjang doktoral (S-3) di bidang Agricultural Marketing and Agribusiness di Ehime University, Jepang, pada 2017.

Latar belakang pendidikan tersebut berkaitan dengan bidang pertanian, pemasaran hasil pertanian, serta agribisnis. Bekal akademik ini menjadi bagian dari rekam jejak Alim sebelum dipercaya mengemban tanggung jawab di Kementerian Pertanian.

Di luar aktivitasnya di lingkungan IPB, Alim juga tercatat bergabung dengan The Agricultural Marketing Society of Japan sejak 2015 hingga sekarang. Selain itu, ia menjadi bagian dari Forum Manajemen Indonesia sejak 2017 hingga sekarang.

Keterlibatannya dalam kedua organisasi tersebut memperluas rekam jejak profesionalnya, terutama dalam bidang pemasaran pertanian dan manajemen.

Kementan Kini Memiliki Dua Wakil Menteri
Dengan dilantiknya Alim Setiawan Slamet, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kini memiliki dua wakil menteri. Alim akan mendampingi Muhammad Saleh Mustafa, yang lebih dahulu dilantik untuk mengisi posisi Wamentan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Saleh Mustafa, mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), sebagai Wakil Menteri Pertanian. Penunjukan Saleh Mustafa dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan setelah Sudaryono berpindah tugas menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Masuknya Alim ke jajaran pimpinan Kementerian Pertanian menandai bergabungnya seorang akademisi yang memiliki pengalaman panjang di perguruan tinggi ke dalam pemerintahan. Dengan demikian, struktur kepemimpinan Kementan kini diperkuat oleh dua wakil menteri yang akan mendampingi Andi Amran Sulaiman dalam menjalankan tugas kementerian. (Red)