Profil Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Periode 2019-2024

Dr. Nono Sampono S.Pi, M.Si. lahir di Bangkalan, Madura pada tanggal 1 Maret 1953. Nono adalah seorang tokoh militer Indonesia dan juga mantan Kepala Basarnas Indonesia dan Dankormar ke-16. Ia sempat mengenyam pendidikan Pasukan khusus anti teror di Detasemen 81 Penanggulangan Teror (Kopassus) TNI Angkatan Darat. Selain itu Nono juga pernah mendapat pendidikan Pasukan khusus di Hawaii, AS, dan Korea Selatan. Saat ini Dr.

Nono Sampono, M.Si menjadi Wakil Ketua I DPD RI Periode 2019-2024 dari Provinsi Maluku dengan perolehan suara 60.934.

Sejak kecil, Nono hidup bersama ayah angkat yang juga adalah pamannya, Idris Sampono. Ayahnya yang berasal dari Madura dan ibu kandungnya yang berdarah Maluku – Sulawesi berpisah saat usia Nono masih tiga tahun. Hidup bersama keluarga angkat dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan tidak pernah menyurutkan semangat Nono untuk terus bekerja keras. Ayah angkatnya selalu mendorong Nono untuk tidak pernah berputus asa dan menyuruhnya untuk masuk ke sekolah yang bagus. Hingga akhirnya selepas lulus SMA, Nono berhasil kuliah di Fakultas Teknik Universitas Pattimura. Namun baru setahun di sana, Nono yang risau akan masa depannya jika terus kuliah memutuskan untuk berhenti kuliah dan masuk ke Akademi Angkatan Laut pada tahun 1972.

Selama menjadi taruna Akademi Angkatan Laut, Nono menjadi kebanggaan keluarganya. Tahun 1976, Nono lulus setelah berhasil menyelesaikan sekolahnya di AAL dengan baik. Seiring dengan berjalannya waktu, karier Nono dalam dunia militer terus menanjak, sejumlah posisi strategis sempat dia jabat, seperti ketika dia dianugerahi pangkat Jenderal bintang tiga TNI Angkatan Laut. Selain menjadi jenderal berbintang tiga, Nono dipercaya untuk memegang sejumlah jabatan penting lainnya seperti Komandan Paspampres, Gubernur AAL dan Komandan Jenderal Akademi TNI. Nono juga pernah menjadi anggota pasukan Danpaspampres di era kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Tahun 2010, Nono dilantik oleh Menteri Perhubungan sebagai Kepala Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) menggantikan pejabat sebelumnya Marsekal Madya TNI Wardjoko.

“Saya dari Rokodok (sekarang Taman Kanak-kanak) sampai SMA di sekolah Katholik dan lanjut kuliah di Teknik Perkapalan selama dua semester, tetapi berhenti akibat orang tua tidak mampu dan teken soldadu (TNI AL) saja dan alhamdulillah Puji Tuhan jadi jenderal,” kata Nono Sampono dikutip dari ANTARA.

Dunia Politik
Setelah selama setahun menjadi orang nomor satu di Basarnas, Nono mencoba peruntungannya di dunia politik. Bersama Alex Noerdin, putra “blasteran” Madura dan Maluku itu digandeng Partai Golongan Karya untuk bertarung dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta.

Beberapa pesaing paket Alex – Nono dalam Pilkada Jakarta adalah tokoh-tokoh yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi semacam Fauzi Bowo (Foke) – Nachrowi Ramli dan Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Partai Golkar menjadi partai pertama yang memastikan diri mengusung pasangan Alex – Nono sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Pasangan tersebut didukung dua partai lainnya, yakni Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Damai Sejahtera. Proses “perkawinan” keduanya terbilang mengejutkan karena Nono sebelumnya sempat masuk dalam daftar calon gubernur DKI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Nono bersama mantan Wali Kota Solo Joko Widodo yang kini jadi Presiden RI bahkan sudah lolos seleksi uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan PDI-P. Proses yang begitu singkat ini sempat dipertanyakan banyak pihak.

Meski belum keluar sebagai yang terbaik dalam persaingan DKI-1 dan DKI-2, Nono tidak patah arang di percaturan politik lokal dan nasional.

Pada 2013-2018 dia mendaftar maju sebagai kandidat gubernur Maluku 2013-2018. Tak lolos menjadi calon Gubernur Maluku, Nono seperti masih penasaran dengan dunia politik untuk kemudian mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 2014-2019 asal Maluku. Sebagai orang yang aktif dalam berbagai bidang kegiatan, Nono juga beraktivitas dalam bidang pendidikan, sosial dan kebudayaan.

“Saya juga terjun di dunia pendidikan dengan bikin sekolah dari TK sampai SMP dan SMA/SMK,” kata ayah tiga anak ini (dua puteri dan seorang putera).

Menurut dia, sekolah tidak sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan, tapi juga membina moral siswa. Pada era saat ini hal yang harus diutamakan bagi siswa adalah badan yang sehat terlebih dahulu kemudian diajari agar cerdas.

Selanjutnya, anak harus memiliki karakter moral dan spiritualitas atau agama. Tidak boleh terlepas adalah bagi siswa harus memiliki etos kerja yang baik karena sangat mempengaruhi kinerja mereka di masa kini dan masa mendatang yang semakin kompetitif.

Nono juga mengingatkan pentingnya kemitraan dengan orang lain dalam menunjang kesuksesan.

Nama Lengkap
Letjen TNI (Mar) DR. Nono Sampono S.Pi, M.Si

Agama
Islam

Tempat / Tanggal Lahir
Bangkalan, Madura / Minggu, 1 Maret 1953

Istri
Norma Riana

Anak
Agustini Moerdiana, Taufik Bagus Moerdianto, Sheila Destaria Moerdianti

Riwayat Pendidikan
– SD, SMP dan SMA Xaverius Ambon (lulus tahun 1971)
– Sarjana Perikanan (S1) di UHT (lulus 2003)
– Magister Kelautan (S2) di IPB (lulus 2007)
– Doktor bidang kelautan dan perikanan (S3) di Institut Pertanian Bogor (IPB) (lulus 2013)

Riwayat Pendidikan Militer
– Akademi Angkatan Laut (1976)
– Pendidikan Taifib
– Pendidikan PTAL
– Pendidikan Pasukan Khusus Anti Teror di Den 81/Gultor Kopassus
– Pendidikan Pasukan Khusus di Hawaii, Amerika Serikat
– Pendidikan Pasukan Khusus di Korea Selatan
– Seskoad
– Sesko ABRI angkatan XXII

Riwayat Jabatan Militer
– Komandan Peleton MO-81 (1977–1978)
– Komandan Peleton 2 Ki F (1978–1979)
– Komandan Peleton Markas (1979)
– Ajudan Pangab Jenderal TNI LB Moerdani
– Komandan Denjaka (1988–1993)
– Komandan Yonif 4/Marinir (1993v1995)
– Wakil Danpaspampres (2000–2001)
– Komandan Paspampres (2001–2003)[4]
– Gubernur Akademi Angkatan Laut (2003–2006)
– Inspektur Jenderal Mabes TNI AL (2006)
– Komandan Korps Marinir (2006–2007)
– Danjen Akademi TNI (2007–2011)
– Kabasarnas (2011)

Riwayat Jabatan Politik
– Anggota DPD RI Perwakilan Maluku (2014–2019)
– Wakil Ketua DPD RI (2017–2019)
– Anggota DPD RI Perwakilan Maluku (2019–2024)
– Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI (2019–Sekarang). (Adv)