FLORENCE – Como meraih kemenangan penting dengan menaklukkan Fiorentina 3-1 dalam lanjutan kompetisi Serie A Italia. Hasil ini memperkuat posisi Como dalam persaingan papan atas sekaligus memperburuk situasi Fiorentina yang kembali menelan kekalahan beruntun.
Fiorentina sebenarnya memiliki peluang untuk membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan 10 menit. Nicolo Fagioli berhasil menerima umpan sentuhan dan menerobos ke dalam kotak penalti Como. Ia melewati pemain bertahan lawan sebelum melepaskan tembakan dari jarak dekat. Namun, upayanya mengenai pemain lawan dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Setelah melewati ancaman awal tersebut, Como mulai menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Anastasios Douvikas sempat melepaskan sundulan dari jarak dekat, tetapi kiper Fiorentina, David de Gea, berhasil menggagalkannya.
Bola muntah kemudian disambar Mattia Liberali, tetapi tembakannya melebar dari sasaran. Como kembali mengancam melalui sundulan Nico Paz dari jarak dekat, tetapi De Gea kembali menunjukkan refleks gemilang untuk menjaga gawang Fiorentina.
Tekanan Como akhirnya membuahkan hasil setelah pertandingan melewati menit ke-30. Liberali melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti yang berhasil melewati De Gea dan bersarang di sudut jauh gawang. Gol tersebut membawa Como unggul 1-0.
Empat menit kemudian, situasi Fiorentina semakin sulit. Nico Paz menggandakan keunggulan Como melalui sundulan yang mengarah ke sudut kiri gawang. Como pun memimpin 2-0 dan semakin percaya diri mengendalikan pertandingan.
Fiorentina berusaha memberikan perlawanan dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Marin Pongracic. Ia menyambar bola muntah dari jarak dekat dengan tembakan keras sehingga mengubah skor menjadi 2-1.
Pada masa tambahan waktu babak pertama, Pongracic sempat mengira dirinya kembali mencetak gol untuk menyamakan kedudukan. Namun, setelah pemeriksaan panjang menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena posisi offside. Fiorentina pun harus mengakhiri babak pertama dalam keadaan tertinggal.
Memasuki babak kedua, Fiorentina berharap dapat meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, Como justru kembali menjauh pada menit ke-57, atau 12 menit setelah babak kedua dimulai.
Douvikas menerima bola sekitar 23 meter dari gawang. Penyerang asal Yunani itu berhasil melewati Radu Dragusin untuk menciptakan ruang tembak, sebelum melepaskan tendangan kaki kanan yang meluncur di antara kedua kaki De Gea. Gol tersebut mengubah skor menjadi 3-1 bagi Como.
Douvikas kembali memperlihatkan ketajamannya ketika bermain di kandang lawan. Lima gol terakhirnya di kompetisi liga seluruhnya tercipta dalam pertandingan tandang.
Fiorentina tidak berhenti mencoba memperkecil ketertinggalan pada menit-menit akhir. Alieu Njie dan Fagioli sama-sama menguji kemampuan kiper Como, Jean Butez. Namun, peluang-peluang tersebut gagal menghasilkan gol tambahan. Berbeda dengan Como yang tampil efektif dalam memanfaatkan kesempatan, Fiorentina kesulitan menyelesaikan peluang menjadi gol.
Kekalahan ini membuat Fiorentina kembali kehilangan poin dan mencatatkan dua kekalahan beruntun di Serie A. Kondisi tersebut menambah tekanan bagi tim berjuluk La Viola itu untuk segera memperbaiki performa.
Sebaliknya, Como mencatatkan hasil impresif dengan meraih enam kemenangan dari delapan pertandingan tandang terakhir di kompetisi liga. Tim asuhan Cesc Fabregas tersebut kini berhasil menembus posisi empat besar klasemen sementara Serie A.
Sementara itu, Fiorentina terperosok ke peringkat ke-19. Mereka juga mencatatkan pencapaian yang mengkhawatirkan karena baru mengumpulkan kurang dari lima poin setelah menjalani tujuh pertandingan Serie A. Situasi tersebut baru terjadi untuk ketiga kalinya bagi Fiorentina pada era modern kompetisi.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Como untuk melanjutkan persaingan di papan atas, sedangkan Fiorentina harus segera berbenah agar tidak semakin terpuruk di zona bawah klasemen. (Red/GR)































