Kahyapu adalah Desa yang pertama dijumpai ketika ketika kita berkunjung ke pulau Enggano menggunakan kapal ferry. Karena di Desa inilah pelabuhan kapal ferry berada. Dari Kahyapu, sebagian besar hasil hasil bumi dari pulau Enggano diberangkatkan ke pelabuhan pulau Baii yang berada di Kota Bengkulu. Dan di Desa ini pula sebagian besar aset pengembangan pariwisata di pulau Enggano Berada. Hal ini di karenakan Kahyapu memiliki tiga pulau kecil yang sangat berpotensi dalam pengembangan destinasi wisata.

Pulau Dua
Pada tahun 1892, berdasarkan kunjungan Elio Madigliani ke Enggano pada tahun1891 diterbitkan sebuah peta yang bernama Isole D’ Engano yang bagian atasnya tertulis “Atti del I Congresso Geografico Italiano”. Di peta itu tertulis nama tempat, jalan, dan jalur laut di pulau Enggano serta di peta tersebut tergambar 4 buah pulau yang berada di dekat perkampungan bernama “Cajapu” yang di baca kayapu lalu terdapat pulau dengan nama lokal Adua, kemungkinan berangkat dari nama lokal inilah pulauini lambat laun di sebut “Pulau Dua” oleh para pendatang.
Pulau ini dulunya merupakan perkampungan sebelum mereka pindah ke daratan utama di Kahyapu, dan dengan sejarah historis ini kepemilikan lahan di pulau dua di miliki banyak orang sebagai warisan dari nenek moyang dan orang tua mereka.
Pulau ini memiliki luas 42,87 hektar dengan jarak 2,18 km dari kampung lama Kahyapu, dikelilingi oleh pasir putih dan karang laut yang indah maka pulau ini layak dikembangkan sebagai pulau tujuan wisata Alternatif.

Pulau Berbau
Pulau Merbau memiliki nama Asli Kaperiru, Tidak di ketahui kapan pulau ini berubah nama menjadi pulau Merbau. Seperti halnya pulau dua, pulau merbau juga sangan layak dikelola untuk dijadikan tujuan wisata dengan keindahan karang dan kejernihan air lautnya. Yang membedakan pulau ini dengan pulau dua adalah status kepemilikannya yang berstatus milik negara dan wilayahnya berada di teritorial Desa Kahyapu. Pulau ini memiliki luas 10. 29 Ha, dengan jarak 5,14 km dari Desa Kahyapu
Pulau Bangkai
Mendengar namanya kita mungkin merasa seram dan bergidik, tetapi sejatinya pulau ini adalah pulau mini yang cantik, berair jernih dengan terumbu karang yang cantik dengan beragam biota laut disekelilingnya. Pulau ini memiliki luas daratan utama 0,59 Hektar dan 1.08 hektar saat surut terendah. Pulau ini berjarak 4,36 km dari kahyapu dan 1,27 km dari pulau Merbau.
Selain 3 pulau tersebut, Kahyapu memiliki wisata susur mangrove karena Kahyapu memiliki kawasan mangrove yang dibelah oleh sungai yang dapat di lalui perahu bermesin tempel dan juga kawasan wisata pantai Podipo yang terkenal dengan lagoon di depan pantai yang berair bening dan sangat cocok untuk tempat menyelam. Pantai Podipo berjarak 9,62 km dari kahyapu. Sedangkan pantai eksotis terakhir yang sering dikunjungi dari Desa Kahyapu adalah pantai Labuho yang berjarak 21,6 km dari Desa Kahyapu. Pantai Labuho sangat eksotis karena daratan Enggano di apit oleh sebuah pelau kecil yang berjarak kurang lebih 10 meter sehingga menciptakan alur berbentuk selat sempit yang dapat dilewati perahu.
Kelompok Sadar wisata Desa kahyapu mengambil nama Podipo sebagai nama kelompok mereka yang di ketuai oleh Darmawan dan di sokong penuh penuh oleh kepala desa Kahyapu, Alamsyah, S.Pd.I.
Melihat potensi wisata di Desa Kahyapu, Ketua Pokdarwis Podipo menitikberatkan wisata bahari sebagai paket wisata andalan, Paket wisata bahari ini sendiri terbagi menjadi, Fishing (Memancing), Snorkeling, Scuba Diving, Susur Bakau, Camping dan Tour of Photography.
Menurut Kepala Desa Kahyapu, tahun 2023 pemerintah Desa Kahyapu menganggarkan dana 35 juta rupiah untuk pembuatan perahu dan pembelian mesin sebagai sarana mengantar wisatawan yang membeli paket wisata mereka yang tersedia.
Saat dihubungi, Kepala desa Kahyapu menyampaikan dirinya akan mendukung penuh dan memberikan anggaran tahunan untuk menyokong kegiatan Pokdarwis Desa Kahyapu, Karena menurutnya kegiatan wisata membawa efek domino ke bidang kegiatan ekonomi lain seperti terserapnya hasil pertanian, perikanan, UMKM dan produk produk kerajinan kreasi masyarakat lokal.
Sementara itu, Ketua Pokdariwis Podipo, Darmawan menyampaikan bahwa meskipun Pokdarwis Podipo baru dibentuk kurang dari satu tahun, namun mereka sudah siap dengan paket wisata yang ditawarkan karena daya dukung fasilitas di desa yang telah tersedia. Karena di Desa kahyapu telah ada 2 penginapan dan satu hotel yang telah beroperasi sebelum Pokdarwis dibentuk dan juga kesediaan beberapa warga yang rumahnya dapat dijadikan sebagai Homestay bagi para wisatawan yang berkunjung.
Selain itu, Pokdarwis Kahyapu juga telah mendapatkan fasilitas 3 set Alat Scuba Diving berupa wetsuite (Pakaian Renang untuk scuba diving), Sepatu, Kacamata, dan tabung oksigen, dan beberapa anggota Pokdarwis Desa Kahyapu juga telah mendapat sertifikasi sebagai pemandu scuba Diving.
Darmawan berharap, ke depan dapat dibangun fasilitas untuk melengkapi berbagai fasilitas yang sudah ada untuk menarik minat wisatawan yang datang dan dirinya berharap agar pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkulu Utara, Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kemenparekraf agar terus melakukan pembinaan kepada kelompok wisata yang ada di Desa Kahyapu. (Adv)






























