REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Literasi, peluncuran buku antologi cerpen siswa, dan pentas bahasa yang digelar SMP Negeri 1 Rejang Lebong, Selasa (27/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Bulan Bahasa sekaligus upaya memperkuat budaya membaca, menulis, dan berkarya di kalangan pelajar.

Kegiatan dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Rejang Lebong, Titin Verayensi, SKM., MKM., yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si. Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong Zakaria Effendi, M.Pd., Kepala Dinas Perpustakaan Dr. Zulkarnain Harahap, S.Sos., M.M., Ketua Komisi I DPRD Hidayatullah beserta anggota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dewan guru, siswa-siswi SMPN 1 Rejang Lebong, serta tamu undangan lainnya.

Gebyar Literasi tidak hanya diisi dengan kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan kreativitas melalui karya sastra dan penggunaan bahasa. Peluncuran buku antologi cerpen berjudul Ibu di Ujung Senja menjadi salah satu agenda utama yang menunjukkan keterlibatan guru dan siswa dalam menghasilkan karya tulis.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 1 Rejang Lebong, Hardinal, M.Pd., mengatakan bahwa peringatan Bulan Bahasa bukan sekadar kegiatan seremonial atau perlombaan. Menurutnya, momentum tersebut penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia sekaligus melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengolah gagasan, berkomunikasi dengan baik, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hardinal.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, dan kemampuan berkarya. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu menuangkan gagasan dan pengalaman mereka ke dalam tulisan yang memiliki nilai edukatif.

Hardinal juga menilai penguatan budaya literasi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital. Kemampuan memahami informasi secara kritis diperlukan agar peserta didik dapat membedakan fakta dan berita bohong atau hoaks, sekaligus memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, Zakaria Effendi, mengapresiasi penyelenggaraan Gebyar Literasi yang turut menampilkan penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Ia menegaskan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan identitas, karakter, dan peradaban bangsa.

Zakaria turut memberikan apresiasi atas peluncuran buku antologi cerpen Ibu di Ujung Senja. Menurutnya, penerbitan buku tersebut menjadi bukti kreativitas guru dan siswa dalam mengembangkan kemampuan menulis serta menghasilkan karya yang dapat dinikmati masyarakat.

“Kita ingin literasi menjadi kebiasaan sehari-hari, membaca menjadi kebutuhan, dan menulis menjadi sarana untuk melahirkan gagasan serta karya yang bermanfaat,” tegas Zakaria.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten II Setdakab Rejang Lebong, Titin Verayensi, menyampaikan pesan Plt. Bupati Hendri agar para guru terus meningkatkan semangat pengabdian, pengetahuan, kedisiplinan, serta perhatian terhadap peserta didik. Pemerintah daerah juga menyampaikan terima kasih kepada para guru yang selama ini berperan dalam mendidik dan mencerdaskan generasi muda di Kabupaten Rejang Lebong.

“Pesan Bapak Bupati, perbanyak kegiatan positif seperti kegiatan literasi ini agar anak-anak mampu membaca, menulis, memahami makna tulisan, dan bertanggung jawab terhadap apa yang ditulis,” kata Titin.

Kepada para siswa, Titin berpesan agar terus belajar, mengembangkan potensi, serta berani mengejar prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, kegiatan positif di lingkungan sekolah dapat membantu membentuk generasi muda yang memiliki wawasan luas, kemampuan berpikir kritis, dan karakter yang kuat.

Ia berharap Gebyar Literasi, peluncuran buku antologi cerpen, dan pentas bahasa di SMPN 1 Rejang Lebong dapat memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan. Kegiatan serupa juga diharapkan mampu mendorong semakin banyak pelajar untuk membaca, menulis, mengembangkan kreativitas, dan berani menunjukkan karya mereka.

“ Kita berharap melalui Gebyar Literasi, peluncuran buku antologi cerpen, dan Pentas Seni Bahasa ini, SMPN 1 Rejang Lebong bisa semakin memperkuat budaya literasi serta melahirkan generasi muda yang kreatif, kritis, berkarakter, dan berprestasi,” pungkasnya. (Red/AAP)