Jakarta – PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan, salah satu kapal miliknya, Pertamina Gamsunoro, telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman sejak Rabu (24/6/2026) setelah memenuhi puluhan persyaratan ketat.
Jalur distribusi energi paling strategis di dunia tersebut berhasil dilewati berkat kerja sama intensif antara PIS, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, serta Kedutaan Besar RI (KBRI) di) Tehran, Iran di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Pejabat Sementara (Pjs.) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan keputusan untuk memberangkatkan kapal dari Teluk Arab diambil, setelah melalui proses evaluasi dan persiapan yang sangat matang demi keselamatan seluruh aset dan kru. “Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab,” ujar Vega dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).
Guna memastikan keamanan selama pelayaran, pihak perusahaan menerapkan sistem pengawasan berlapis.
Vega Pita mengatakan, kapal dimonitor selama 24 jam penuh, dan awak kapal di laut terus berkoordinasi secara intensif dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS.
Langkah mitigasi itu dilakukan untuk memantau perkembangan situasi secara real-time dan memastikan seluruh operasional berjalan dengan sangat hati-hati.
Keberhasilan Pertamina Gamsunoro menjadi bukti komitmen PIS dalam menjaga stabilitas operasional pelayaran internasional.
Setelah kesuksesan itu, PIS kini tengah mempersiapkan armada lainnya yang masih berada di kawasan Teluk Arab, yaitu VLCC Pertamina Pride, untuk melakukan pergerakan serupa dengan tetap mempertimbangkan rekomendasi internasional dan risiko keamanan. “Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh pihak serta masyarakat Indonesia untuk kapal Gamsunoro. Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” pungkas Vega Pita. (red)






























