MUKOMUKO – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia (BI) terus mendorong modernisasi sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan satu unit alat mesin pertanian (alsintan) berupa Combine Harvester kepada Kelompok Tani Mekar Sari di Desa Tirta Mulya, Kabupaten Mukomuko, Rabu (4/11/2026).
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu Mian bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat. Dukungan tersebut merupakan bentuk sinergi kedua pihak dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional, khususnya melalui peningkatan produktivitas pertanian padi.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan, penggunaan Combine Harvester diharapkan dapat mempercepat proses panen, menghemat biaya operasional, serta meningkatkan efisiensi kerja petani. Kehadiran teknologi pertanian ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
“Bapak Presiden melalui Asta Cita menargetkan swasembada pangan. Kita harus memperkuat sektor pertanian dengan berbagai dukungan, termasuk teknologi pertanian. Kondisi El Nino yang terjadi saat ini harus kita antisipasi agar produktivitas pertanian tetap terjaga. Hari ini Bank Indonesia memberikan bantuan Combine Harvester kepada kelompok tani di Tirta Mulya. Ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi untuk membantu petani kita,” kata Mian.
Menurut Mian, penggunaan alat tersebut memberikan keuntungan signifikan, terutama dalam menekan biaya dan mempercepat waktu panen. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan, biaya panen secara manual dapat mencapai sekitar Rp3 juta per hektare.
Sementara itu, dengan menggunakan Combine Harvester, kebutuhan bahan bakar sekitar sembilan liter atau senilai Rp200 ribu, ditambah biaya operator sekitar Rp500 ribu. Dengan perhitungan tersebut, petani berpotensi menghemat biaya hingga Rp2,3 juta per hektare.
Dari sisi waktu, alat tersebut mampu menyelesaikan panen satu hektare lahan dalam waktu sekitar 1,5 hingga 2,5 jam. Waktu ini jauh lebih singkat dibandingkan metode manual yang membutuhkan sekitar dua hingga tiga hari untuk luasan lahan yang sama.
“Dengan alat ini, pekerjaan petani menjadi lebih ringan, biaya panen bisa ditekan, dan waktu pengerjaan jauh lebih singkat. Harapannya, hasil pertanian semakin optimal dan kesejahteraan petani juga meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Kelompok Tani Mekar Sari. Menurutnya, teknologi Combine Harvester dapat membantu proses pemanenan menjadi lebih efektif dan efisien karena gabah dapat dikumpulkan secara lebih optimal.
“Alat Combine Harvester ini sangat baik untuk membantu proses panen. Gabah dapat terkumpul dengan lebih optimal sehingga proses pemanenan menjadi lebih efektif dan efisien. Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” ungkap Wahyu.
Apresiasi atas bantuan tersebut disampaikan Ngadimo, perwakilan Kelompok Tani Mekar Sari. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bengkulu atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada petani di Desa Tirta Mulya.
“Bantuan ini sangat membantu kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia, Bapak Gubernur, serta Wakil Gubernur Bapak Mian atas kepedulian terhadap petani padi,” tuturnya.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Bupati Mukomuko Choirul Huda, Wakil Bupati Mukomuko Rahmadi AB, Sekretaris Daerah Kabupaten Mukomuko Marjohan, Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu Yuliswani, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu Desman Siboro.
Melalui dukungan alsintan ini, sinergi Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Bank Indonesia diharapkan dapat memperkuat penerapan teknologi pertanian, meningkatkan efisiensi panen, serta mendukung produktivitas petani dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional. (Red/DK)
















