BANJARMASIN – Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pengembangan industri kerajinan berbasis kearifan lokal melalui peningkatan keterampilan dan kreativitas para perajin. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Wirausaha Kerajinan Desain Fesyen Berbasis Kain Perca Sasirangan se-Kalimantan Selatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, diwakili Kepala Bidang Kerja Sama, Pengawasan dan Promosi Investasi, Hasan, Senin (19/10/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan narasumber dari Yogyakarta. Para peserta dibekali pengetahuan, wawasan, dan keterampilan untuk mengolah kain perca Sasirangan menjadi produk fesyen serta kerajinan yang inovatif, menarik, dan memiliki nilai jual.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi Sasirangan sebagai salah satu warisan budaya khas Kalimantan Selatan. Melalui inovasi desain dan pengembangan produk, Sasirangan diharapkan tidak hanya bertahan sebagai kain tradisional, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk kreatif yang mengikuti tren pasar dan memiliki daya saing.

Dalam sambutan Kepala Dinas Perindustrian Kalsel yang disampaikan Hasan, ditegaskan bahwa kain perca atau sisa potongan kain Sasirangan memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola melalui kreativitas, inovasi desain, serta keterampilan pengolahan yang tepat.

“Dalam proses produksi kain Sasirangan, terdapat sisa potongan kain yang masih dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreatif. Melalui pelatihan ini, kita ingin mendorong para perajin agar mampu melihat kain perca bukan sekadar sisa produksi, melainkan bahan baku yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk fesyen dan kerajinan bernilai tambah,” ujarnya.

Menurut Hasan, pemanfaatan kain perca Sasirangan juga membuka peluang diversifikasi produk industri kerajinan daerah. Dengan desain yang tepat, sisa bahan produksi dapat diolah menjadi berbagai produk unik yang tetap mempertahankan karakter budaya lokal sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan tren fesyen.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini diarahkan untuk menumbuhkan wirausaha baru, memperkuat kapasitas pelaku industri kecil dan menengah (IKM), serta membuka peluang usaha yang berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Hasan berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara optimal, memahami materi yang diberikan, aktif berdiskusi, dan berani mengeksplorasi gagasan kreatif. Kehadiran narasumber dari Yogyakarta diharapkan dapat memperluas wawasan peserta, terutama dalam mengembangkan desain, meningkatkan kualitas produk, dan menciptakan kerajinan yang mampu bersaing di pasar.

“Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam membuat desain fesyen berbasis kain perca Sasirangan, tetapi juga mampu membaca peluang pasar, mengembangkan kreativitas, serta menjadikan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha yang berkelanjutan,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari keterampilan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dari penerapannya dalam kegiatan usaha. Para peserta diharapkan mampu mengembangkan hasil pelatihan menjadi produk nyata, membangun usaha secara berkelanjutan, serta memperluas pemasaran kepada konsumen.

Dengan pemanfaatan kain perca secara optimal, para perajin diharapkan dapat menciptakan nilai tambah dari bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Langkah ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat identitas produk lokal Kalimantan Selatan di tengah persaingan industri fesyen yang semakin dinamis.

Dinas Perindustrian Kalsel berharap kegiatan tersebut dapat mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha kreatif yang mampu memadukan warisan budaya daerah dengan inovasi produk modern. Pengembangan industri kerajinan ini juga diharapkan membuka kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan perajin, serta memperkuat pertumbuhan IKM di sektor kerajinan.

Pada kesempatan tersebut, Hasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan, khususnya para instruktur dan narasumber yang berbagi ilmu, pengalaman, serta keterampilan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha kerajinan di Kalimantan Selatan.

Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah berupaya memperkuat pemanfaatan potensi lokal agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya Sasirangan melalui pengembangan produk kreatif yang inovatif dan bernilai tambah. (Red/MNS)