JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Tandyo menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang pada kesempatan yang sama dilantik menjadi Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.
Pengangkatan Tandyo sebagai KSAD ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 106/TNI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat. Keputusan tersebut ditandatangani Presiden Prabowo pada Rabu (14/10/2026).
Penunjukan Tandyo menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya di lingkungan militer. Sebelum dipercaya memimpin TNI Angkatan Darat, perwira tinggi tersebut telah menempati berbagai jabatan strategis, mulai dari satuan tempur, komando kewilayahan, hingga posisi penting di Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI.
Rekam jejak panjang tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier Tandyo yang ditempa melalui berbagai penugasan dan pendidikan militer. Berikut profil serta perjalanan karier Jenderal TNI Tandyo Budi Revita hingga dipercaya menjabat KSAD.
Latar Belakang dan Pendidikan Militer
Tandyo Budi Revita lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Ia memiliki kakak bernama Mayor Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Budi Wiryanto, yang pernah menjabat Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi dan Wakil Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat.
Pendidikan menengah Tandyo ditempuh di SMA Negeri 2 Surakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1991.
Tandyo berasal dari kecabangan Infanteri dan memiliki pengalaman di lingkungan pasukan tempur, termasuk satuan yang berkaitan dengan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Untuk mendukung pengembangan kariernya, Tandyo mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan militer. Pendidikan tersebut meliputi kursus kecabangan Infanteri, pendidikan para dasar dan madya, pendidikan lanjutan perwira I dan II, pendidikan pemburu, serta kursus komandan batalion.
Selain itu, ia menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), serta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Berbagai pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kemampuan profesional dan kepemimpinannya sebagai perwira TNI.
Mengawali Karier dari Satuan Tempur
Setelah lulus dari Akmil pada 1991, Tandyo mengawali pengabdiannya sebagai perwira TNI Angkatan Darat dengan bertugas di satuan tempur. Pada 1995, ia tercatat menjabat Komandan Tim Khusus Combat Intelligence Batalyon Infanteri Linud 330/Tri Dharma.
Kariernya kemudian berkembang melalui sejumlah penugasan di bidang komando dan staf. Pada 2006–2007, Tandyo dipercaya memimpin Depo Pendidikan Bela Negara Rindam II/Sriwijaya.
Pada 2011, ia mendapat kepercayaan menjadi Komandan Batalyon Infanteri Linud 330/Tri Dharma. Pada tahun yang sama, Tandyo kemudian menjabat Komandan Brigade Infanteri Linud 17/Kujang I hingga 2012.
Penugasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya dalam memimpin satuan dan menjalankan tugas operasional. Pengalamannya di lingkungan pasukan tempur juga menjadi bekal dalam menjalankan berbagai tanggung jawab pada jenjang kepemimpinan berikutnya.
Menempati Jabatan Strategis di TNI AD
Karier Tandyo berlanjut ke sejumlah posisi strategis di lingkungan komando daerah militer. Pada 2014, ia menjabat Asisten Operasi Kepala Staf Kodam VII/Wirabuana.
Setahun kemudian, Tandyo dipercaya memimpin Resimen Induk Kodam IX/Udayana dan Resimen Taruna Akademi Militer. Pada 2016, ia menjabat Komandan Korem 142/Taroada Tarogau.
Berbagai penugasan tersebut memperluas pengalamannya dalam bidang operasi, latihan, pembinaan personel, dan kepemimpinan organisasi militer. Tandyo kemudian memperoleh kesempatan untuk menjalankan tugas di lingkungan pemerintahan, khususnya sektor pertahanan.
Pada 2018, ia dipercaya menjadi Direktur Bela Negara pada Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan.
Selanjutnya, pada 2019–2021, Tandyo menjabat Direktur Pengerahan Komponen Pertahanan pada Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan. Setelah itu, ia diangkat menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan untuk periode 2021–2023.
Pengalaman di Kementerian Pertahanan tersebut menambah rekam jejaknya di luar penugasan komando militer. Ia menjalankan tanggung jawab yang berkaitan dengan bela negara, pengerahan komponen pertahanan, serta pendidikan dan pelatihan.
Dari Pangdam hingga Wakil Panglima TNI
Pada 2023–2024, Tandyo menjabat Panglima Kodam IV/Diponegoro. Setelah menyelesaikan penugasan tersebut, ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada 2024–2025.
Pada 2025, Tandyo diangkat sebagai Wakil Panglima TNI. Pengangkatan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI, yang ditetapkan pada 5 Agustus 2025.
Tandyo dilantik dalam upacara militer di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 10 Agustus 2025. Dalam prosesi tersebut, pangkatnya naik dari letnan jenderal menjadi jenderal.
Pengangkatannya menandai aktifnya kembali jabatan Wakil Panglima TNI setelah hampir 25 tahun tidak terisi. Jabatan tersebut sebelumnya pernah diemban Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi pada periode 1999–2000.
Posisi Wakil Panglima TNI menjadi jabatan terakhir Tandyo sebelum Presiden Prabowo melantiknya sebagai KSAD pada 15 Oktober 2026.
Mengemban Amanah sebagai KSAD
Dengan pengalaman panjang di berbagai satuan dan jabatan strategis, Tandyo kini dipercaya memimpin TNI Angkatan Darat. Penunjukannya sekaligus mengakhiri masa jabatan Maruli Simanjuntak sebagai KSAD, setelah Maruli memperoleh penugasan baru sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.
Perjalanan karier Tandyo memperlihatkan proses pengabdian melalui beragam penugasan, mulai dari satuan tempur hingga jajaran pimpinan tertinggi TNI. Pendidikan militer dan pengalaman di bidang operasi, komando, serta pertahanan menjadi bagian dari latar belakangnya sebelum menduduki jabatan KSAD.
Kini, Tandyo mengemban tanggung jawab memimpin TNI Angkatan Darat sekaligus memastikan pelaksanaan tugas organisasi berjalan sesuai dengan kebijakan pertahanan negara dan arahan pimpinan TNI. (Red)




























