BOGOR – Pemerintah Kota Bogor terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan air minum melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan teknologi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengirim karyawan Perumda Tirta Pakuan untuk mengikuti pembelajaran di Republik Korea, khususnya mengenai pengurangan kehilangan air dan pengelolaan jaringan air minum berbasis teknologi.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional perusahaan daerah sekaligus memperkuat keandalan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi para karyawan. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut sumber daya manusia yang mampu memahami persoalan teknis di lapangan, menguasai teknologi, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pelayanan.
“Peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Kita membutuhkan karyawan yang mampu menguasai teknologi, memahami persoalan di lapangan, dan memberikan solusi. Karena itu, kesempatan belajar di Republik Korea ini harus menjadi bekal untuk memperbaiki pelayanan air minum bagi warga Kota Bogor,” ujar Dedie dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2026).
Rencana pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Green Transition Initiative (GTI). Program ini mencakup penyusunan studi pra-kelayakan dan perencanaan Smart Water Management di Perumda Tirta Pakuan. Pelaksanaannya mengintegrasikan penguatan kapasitas karyawan, kajian teknis jaringan distribusi, serta peninjauan berbagai alternatif pembiayaan untuk mendukung pengembangan sistem pengelolaan air minum.
Dedie juga mengingatkan agar kegiatan pembelajaran tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Setelah kembali ke Kota Bogor, para karyawan diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh sekaligus membagikannya kepada rekan kerja.
“Ilmu yang diperoleh harus diterapkan dan dibagikan kepada rekan-rekan kerja. Kita ingin hasilnya nyata: penanganan kehilangan air semakin baik, kerja semakin efisien, dan pelayanan kepada masyarakat semakin andal,” katanya.
Melalui program tersebut, karyawan Tirta Pakuan diharapkan dapat memperdalam kemampuan dalam pengelolaan jaringan, analisis data operasional, serta penentuan prioritas penanganan kehilangan air. Materi pembelajaran nantinya disesuaikan dengan kondisi infrastruktur dan kebutuhan pelayanan air minum di Kota Bogor.
Salah satu sasaran utama program GTI adalah menekan tingkat air tak berekening atau Non-Revenue Water (NRW) hingga di bawah 20 persen. Adapun target utama yang ingin dicapai melalui proyek percontohan berada pada kisaran 15 persen.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, program akan dilengkapi dengan survei kondisi awal, investigasi lapangan, analisis data, serta penyusunan rencana penanganan pada zona-zona prioritas. Langkah ini diperlukan agar upaya pengurangan kehilangan air dilakukan berdasarkan kondisi jaringan dan permasalahan yang teridentifikasi.
Pengendalian kehilangan air menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan efisiensi distribusi. Dengan pengelolaan jaringan yang lebih baik, air yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Upaya tersebut sekaligus mendukung peningkatan keandalan pasokan air minum bagi masyarakat.
Program GTI melibatkan kementerian terkait dari Indonesia dan Republik Korea. Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada Hankuk Engineering Consultants bersama Korea Water Partnership (KWP). Sejumlah lembaga teknis pengelolaan air di Korea juga tercantum dalam program untuk mendukung kegiatan pelatihan dan pertukaran pengetahuan.
Selain peningkatan kapasitas SDM dan kajian teknis, program ini mencakup penyusunan model bisnis untuk zona prioritas serta kajian kebutuhan investasi. Beberapa alternatif pembiayaan yang akan ditinjau meliputi hibah, kemitraan pemerintah dengan badan usaha, serta pinjaman. Penentuan skema pembiayaan akan disesuaikan dengan hasil kajian dan kebutuhan pengembangan.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Kota Bogor berharap Perumda Tirta Pakuan semakin mampu mengelola jaringan air minum secara efektif dan berkelanjutan. Penguatan SDM, penerapan teknologi, serta perencanaan berbasis data diharapkan menjadi fondasi untuk menekan kehilangan air, meningkatkan efisiensi operasional, dan menghadirkan pelayanan air minum yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kota Bogor. (Red/IU)



























