REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong berharap pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih Bengkulu Tahun 2026 mampu memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di daerah.
Gebyar Semarak Merah Putih Bengkulu 2026 digelar mulai 1 hingga 10 November 2026 dengan menghadirkan 32 konten kegiatan. Beragam agenda telah disiapkan, mulai dari perlombaan, pertunjukan seni dan budaya, pentas kreativitas masyarakat, hingga hiburan yang menghadirkan sejumlah artis nasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, SSTP., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiasi Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan dukungan bantuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dukungan tersebut merupakan bagian dari apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2025 Regional Sumatera yang diterima Provinsi Bengkulu atas keberhasilan dalam pengendalian inflasi dan penurunan angka pengangguran.
“Atas capaian tersebut, kami menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Bengkulu,” ujar Hendri dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan, Minggu (1/11/2026).
Menurut Hendri, Gebyar Semarak Merah Putih tidak hanya menjadi ruang hiburan dan pelestarian seni budaya, tetapi juga momentum untuk menghadirkan aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat secara luas. Kehadiran pengunjung selama kegiatan berlangsung diharapkan dapat meningkatkan transaksi perdagangan dan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.
Karena itu, ia secara khusus mengajak pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Rejang Lebong untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
“Kepada seluruh pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, kami mengajak untuk memanfaatkan kesempatan ini dalam mengenalkan produk-produk terbaik UMKM di Kabupaten Rejang Lebong,” ungkapnya.
Harapan pemerintah daerah tersebut mendapat perhatian dari masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil. Seorang warga menggambarkan harapannya agar kegiatan berskala besar seperti ini dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi pedagang lokal untuk meningkatkan pendapatan.
“Kalau pengunjung ramai, tentu pedagang kecil juga bisa merasakan manfaatnya. Kami berharap pelaku UMKM lokal diberi ruang untuk berjualan dan memperkenalkan produk mereka selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Warga lainnya juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya ramai pada malam pembukaan, tetapi mampu menarik pengunjung secara konsisten hingga penutupan. Menurutnya, keberlanjutan kunjungan masyarakat akan membantu pedagang memperoleh peluang penjualan yang lebih baik.
“Harapannya, kegiatan ini benar-benar menggerakkan ekonomi masyarakat. Bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan manfaat bagi pedagang makanan, kerajinan, dan usaha kecil lainnya,” ujar Reno, Senin (2/11/2026).
Pada malam pembukaan, Minggu (1/11/2026), masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas daerah, di antaranya tari kejei, pencak silat, tebur sapo, serta adat sapor siri. Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan penampilan musik yang menambah semarak suasana kegiatan.
Selanjutnya, pada 2 hingga 9 November 2026, berbagai perlombaan dan pertunjukan akan digelar secara bertahap. Agenda tersebut meliputi lomba mewarnai tingkat PAUD dan TK, lomba qasidah, serta lomba baris-berbaris kreasi tingkat SMP dan SMA sederajat se-Provinsi Bengkulu.
Selain itu, terdapat pentas etnis budaya, pertunjukan jaranan atau kuda kepang, serta pentas inklusif yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka.
Sejumlah agenda lainnya juga telah disiapkan, antara lain lomba band dan aransemen lagu daerah, cipta lagu daerah, solo song, Karnaval Merah Putih, pawai sound etnik atau horek, lomba bekal sehat, serta Mama Mia Show.
Puncak kegiatan pada 10 November 2026 akan ditutup dengan penampilan Ruri Republik bersama sejumlah artis ibu kota lainnya. Penampilan tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menghadiri rangkaian acara hingga hari terakhir.
Hendri menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan telah dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu selaku penanggung jawab utama atau person in charge (PIC) di tingkat provinsi.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Polres, Kodim, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta seluruh perangkat daerah guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan telah kami koordinasikan dengan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu selaku PIC utama. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Polres, Kodim, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan seluruh perangkat daerah untuk menyukseskan kegiatan ini,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih Bengkulu 2026, Pemkab Rejang Lebong berharap sektor pariwisata, seni budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif dapat berkembang secara bersamaan. Dengan keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meninggalkan kemeriahan hiburan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung. (Adv)
















