Beranda Daerah

Donor Darah Rutin, PMI Palembang Targetkan 50 Kantong di Seberang Ulu Dua

PALEMBANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang terus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial melalui kegiatan donor darah rutin. Tidak hanya membantu pasien yang membutuhkan transfusi, donor darah juga menjadi salah satu kesempatan bagi pendonor untuk memantau kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan awal sebelum proses pengambilan darah.

Ketua PMI Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat atau healthy lifestyle. Menurutnya, donor darah seharusnya tidak hanya dilakukan ketika terjadi keadaan darurat atau saat persediaan darah menipis, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran dan kepedulian masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Dewi saat menghadiri kegiatan Donor Darah Rutin yang dipusatkan di Kecamatan Seberang Ulu Dua, Palembang, Selasa (3/11/2026).

Ia menilai, masih terdapat anggapan di tengah masyarakat bahwa donor darah dapat menyebabkan tubuh lemas, pusing, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari. Padahal, selama calon pendonor memenuhi persyaratan medis dan prosesnya dilakukan sesuai prosedur, donor darah merupakan kegiatan yang aman.

“Jadi, donor darah bukan hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tapi juga menyehatkan tubuh kita sendiri. Mari kita jadikan donor darah sebagai kebiasaan dan bagian dari kepedulian sosial kita,” ujar Dewi.

Dewi menjelaskan, sebelum dinyatakan layak mendonorkan darah, setiap calon pendonor harus menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan tersebut antara lain meliputi pengecekan tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb). Tahapan ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan calon pendonor memenuhi persyaratan medis sehingga proses donor dapat berlangsung dengan aman.

Selain membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien, proses donor juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui sejumlah indikator kesehatan dasar. Setelah darah diambil, tubuh secara alami akan menjalankan proses pembentukan kembali sel-sel darah yang telah dikeluarkan.

Meski demikian, Dewi mengingatkan bahwa donor darah tetap harus dilakukan sesuai ketentuan medis. Kegiatan tersebut bukan pengganti pemeriksaan kesehatan menyeluruh ataupun pengobatan apabila seseorang mengalami gangguan kesehatan.

Dalam kegiatan donor darah rutin di Kecamatan Seberang Ulu Dua, PMI Kota Palembang menargetkan pengumpulan sebanyak 50 kantong darah. Target tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan darah sekaligus membangun budaya donor darah yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Menurut Dewi, kebutuhan darah dapat muncul sewaktu-waktu dan tidak selalu dapat diprediksi. Pasien kecelakaan, ibu yang mengalami komplikasi saat melahirkan, serta penderita penyakit tertentu merupakan sebagian kelompok yang membutuhkan transfusi darah untuk mendukung penanganan medis.

Karena itu, ketersediaan darah tidak boleh hanya mengandalkan kegiatan donor ketika terjadi keadaan darurat atau saat stok mulai menipis. Partisipasi pendonor secara rutin diperlukan agar kebutuhan darah dapat diantisipasi dengan lebih baik.

“Darah yang kita donorkan mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit dari kehidupan kita, tetapi bagi seseorang yang sedang membutuhkan transfusi, darah tersebut dapat menjadi bagian yang sangat berarti untuk mempertahankan kehidupannya,” imbuhnya.

Salah seorang warga Palembang menyambut baik ajakan PMI tersebut. Ia menilai kegiatan donor darah rutin perlu terus disosialisasikan agar masyarakat semakin memahami manfaat dan persyaratan medisnya.

“Selama ini masih ada warga yang merasa takut atau khawatir setelah mendengar cerita bahwa donor darah membuat tubuh lemas. Dengan adanya sosialisasi dan pemeriksaan sebelum donor, masyarakat bisa lebih memahami bahwa kegiatan ini harus dilakukan sesuai prosedur dan dapat membantu orang lain yang membutuhkan,” ujar Rina kepada media.

Dewi menegaskan, PMI Kota Palembang berkomitmen untuk terus mendekatkan kegiatan donor darah kepada masyarakat. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak agar jangkauan kegiatan semakin luas.

Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, rumah sakit, komunitas lokal, organisasi kemasyarakatan, hingga lingkungan rukun tetangga (RT) dinilai penting dalam mendorong partisipasi masyarakat menjadi pendonor rutin.

“Dengan semakin banyak warga yang terlibat sebagai pendonor rutin, diharapkan ketersediaan darah di Kota Palembang dapat lebih terjaga,” ujar Dewi.

Melalui kegiatan donor darah yang dilakukan secara berkelanjutan, PMI Kota Palembang berharap tumbuh kesadaran bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana. Setetes darah yang disumbangkan secara sukarela dapat memberikan harapan dan membantu menyelamatkan nyawa sesama. (Red/RT)