PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) melantik dan mengambil sumpah jabatan 10 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan pemerintahan provinsi. Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan birokrasi sekaligus upaya memperkuat kinerja organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Graha Tama Wiyata, Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Air Itam, Pangkalpinang, Jumat (23/10/2026).

Pelantikan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, yang hadir mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Acara tersebut turut dihadiri para asisten, staf ahli gubernur, serta pimpinan perangkat daerah terkait.

Pengangkatan para pejabat tersebut didasarkan pada Keputusan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 100.3.3.1/796/BKPSDMD/2026 tertanggal 20 Oktober 2026. Melalui keputusan itu, sebanyak 10 pejabat mendapatkan penugasan baru pada sejumlah perangkat daerah dengan bidang tugas yang beragam.

Berikut daftar pejabat yang dilantik beserta jabatan barunya:

  • Maya Cynthia Lestari, sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika.
  • Dadar Rosalinda, sebagai Kepala Bagian Kerja Sama Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah.
  • Abdul Hadi, sebagai Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Drs. Arpandi, sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja.
  • Heru Prayoga, sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
  • Syafran Noferi, sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan.
  • Raden Julianti Nurdjannah, sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Kepemudaan Olahraga.
  • Ade Irma Setianingsih, sebagai Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman.
  • Hutriadi, sebagai Kepala Bidang Tata Kelola dan Pemanfaatan Kawasan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Wijaya, sebagai Kepala Bidang Penunjang Medik dan Non-Medik UPTD Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. H. Samsi Jacobalis Dinas Kesehatan.

Jabatan Merupakan Amanah Pengabdian
Dalam sambutan tertulis Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang dibacakan oleh Fery Afriyanto, ditegaskan bahwa rotasi dan pengangkatan pejabat bukan sekadar seremoni atau pergantian posisi. Penempatan tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Fery menyampaikan pesan gubernur bahwa jabatan merupakan sarana pengabdian kepada masyarakat, bukan alat untuk memperoleh kekuasaan atau kepentingan pribadi. Karena itu, setiap pejabat yang menerima amanah baru dituntut menjaga integritas, profesionalisme, tanggung jawab, serta menunjukkan kinerja terbaik dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Segera lakukan konsolidasi internal, pelajari persoalan di tempat tugas baru, dan susun langkah percepatan guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, ramah, dan transparan,” ujar Fery saat menyampaikan pesan Gubernur.

Para aparatur sipil negara (ASN) yang baru dilantik juga diingatkan agar menjauhi segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Mereka diminta mengedepankan prinsip melayani masyarakat, bukan mengharapkan masyarakat melayani kepentingan pejabat.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya perubahan pola kerja birokrasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pejabat yang baru dilantik diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu mengidentifikasi persoalan di unit kerja masing-masing dan menghadirkan solusi yang efektif.

Perangkat Daerah Diminta Waspada Karhutla
Selain menekankan penataan birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, pimpinan daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Seluruh perangkat daerah diimbau meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla yang menjadi salah satu tantangan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Koordinasi antarlembaga diperlukan agar langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara tepat dan terarah.

Melalui pelantikan 10 pejabat tersebut, Pemprov Babel berharap seluruh pejabat dapat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab baru, membangun koordinasi internal, serta meningkatkan kualitas kinerja organisasi. Mereka juga diharapkan bekerja dengan hati, mengutamakan kepentingan rakyat, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dikenal dengan sebutan Bumi Serumpun Sebalai. (Red/RC)