Pekanbaru, Riau – Banyaknya uang palsu yang beredar di masyarakat menjelang lebaran membuat Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau melakukan sosialisasi penggunaan air untuk mengenali uang asli atau palsu pada hari Rabu, (22/06/2016) di Pekanbaru. 

“Penggunaan air paling ampuh untuk mengetahui uang palsu, karena biasanya pelaku belum bisa menyamai kertas yang digunakan uang asli sehingga tintanya akan luntur apabila terkena air,” ujar Triyanta, Manajer Unit Distribusi Uang Bank Indonesia Provinsi Riau.

Pemakaian air digunakan sebagai penguat identifikasi uang melalui metode yang biasa digunakan sebelumnya yakni dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba dan diterawang.

Caranya cukup mudah, yaitu dengan mengoleskan permukaan uang yang dicurigai dengan jari yang sudah dibasahi dengan air.

“Biasanya, kalau uang asli walaupun masuk ke mesin cuci, tintanya tidak akan luntur,” ujarnya.

Di provinsi Riau, ditemukan 426 lembar rupiah palsu pada tahun 2014, 606 lembar pada tahun 2015, dan ditahun 2016 sampai bulan Mei sudah ada 680 lembar uang palsu yang ditemukan. (Ant/A1)