Medan – Pemerintah memanfaatkan momentum Piala Dunia FIFA 2026 untuk memperkuat literasi digital, memperluas kolaborasi ekosistem digital nasional, sekaligus menghadirkan hiburan berkualitas yang dapat diakses masyarakat secara gratis melalui TVRI.
Melalui rangkaian Garuda Spark Innovation Hub, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar nonton bareng serentak di 60 titik di berbagai daerah sebagai ruang kebersamaan sekaligus penguatan transformasi digital.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan penyelenggaraan Garuda Spark bukan sekadar menghadirkan acara menonton bersama, tetapi menjadi wadah membangun ekosistem inovasi digital yang melibatkan pemerintah daerah, komunitas, pelaku industri, hingga masyarakat.
“Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Medan yang sejak awal mendukung lahirnya Garuda Spark Innovation Hub di Pos Bloc. Kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan untuk mempercepat transformasi digital,” ujar Meutya Hafid saat menghadiri nonton bareng piala dunia fifa 2026 di Garuda Spark di Pos Bloc Medan, Sumatra Utara, Senin (20/7/2026).
Menurut Meutya, penguatan ekonomi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kolaborasi lintas sektor.
Karena itu, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi terus mendorong pengembangan berbagai sektor strategis, mulai dari kecerdasan artifisial (AI), industri gim, platform digital, hingga penguatan talenta digital nasional. “Ekonomi digital tumbuh karena ekosistemnya dibangun bersama. AI, platform digital, industri gim, hingga inovasi teknologi menjadi bagian penting yang terus kami kembangkan,” kata Menkomdigi.
Dalam kesempatan tersebut, Kemkomdigi juga menyapa masyarakat yang mengikuti nonton bareng di 60 titik di seluruh Indonesia, termasuk Solo, Serang, Denpasar, dan sejumlah daerah lainnya melalui jaringan kantor Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio serta berbagai fasilitas publik.
Meutya Hafid menjelaskan, keberadaan Balai Monitoring tidak hanya memastikan penggunaan spektrum frekuensi berjalan aman dan bebas gangguan, tetapi juga menjadi garda terdepan menjaga layanan komunikasi, terutama saat terjadi bencana. “Ketika terjadi bencana, tim Balai Monitoring bergerak memastikan layanan frekuensi dan komunikasi dapat segera pulih sehingga masyarakat tetap memperoleh akses informasi,” ujarnya.
Momentum final Piala Dunia 2026, lanjut Meutya, juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai sportivitas, semangat pantang menyerah, serta persatuan kepada masyarakat. “Dalam sebuah pertandingan, yang paling penting adalah sportivitas, perjuangan, dan semangat kebersamaan. Menang dan kalah adalah bagian dari kompetisi, tetapi persatuan adalah nilai yang harus terus dijaga,” katanya.
Menkomdigi menambahkan, penyelenggaraan nonton bareng serentak di berbagai daerah menunjukkan bagaimana teknologi digital mampu menghubungkan masyarakat Indonesia dalam satu ruang kebersamaan, sekaligus menjadi bagian dari komunitas global yang menikmati ajang olahraga terbesar di dunia. “Pada malam ini kita tidak hanya terhubung dengan 60 titik yang diselenggarakan Kemkomdigi, tetapi juga dengan jutaan masyarakat di berbagai belahan dunia yang menyaksikan pertandingan yang sama. Sepak bola menyatukan manusia tanpa memandang batas wilayah,” ujarnya.
Satu hal, Meutya Hafid juga menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen menghadirkan hiburan berkualitas yang dapat dinikmati seluruh masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kembalinya TVRI sebagai official broadcaster Piala Dunia setelah 24 tahun, sehingga masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara gratis melalui televisi publik nasional. “Terakhir TVRI menjadi official broadcaster Piala Dunia adalah 24 tahun lalu. Kini TVRI kembali menyiarkan Piala Dunia sehingga masyarakat dapat menikmati tayangan berkualitas secara gratis. Ini merupakan komitmen pemerintah menghadirkan hiburan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Red)
































