Dirjen Rehsos: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pekerja Sosial Harus Memiliki Kompetensi

Bandung – Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial (Dirjen Rehsos) Kementerian Sosial RI, Edi Suharto memberikan Kuliah Umum kepada mahasiswa Program Sarjana Terapan dan Program Pasca Sarjana serta civitas akademika STKS Bandung di Auditorium STKS Bandung Jawa Barat.

Dirjen Rehabilitasi Sosial (Rehsos) memberikan materi Praktik Pekerjaan Sosial Indonesia di Era Industri 4.0 : Peluang dan Tantangan. Tema ini diberikan untuk memberikan penguatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa STKS Bandung sebagai Calon Pekerja Sosial Profesional dalam menghadapi dinamika perkembangan permasalahan sosial dewasa ini.

Dalam materinya Dirjen Rehsos menyampaikan bahwa Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah kondisi pada abad 21 dimana terjadi perubahan besar-besaran diberbagai bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik, digital dan biologi. Dengan komposisi yang demikian, maka revolusi Industri 4.0 mempunyai potensi untuk memberdayakan individu dan masyarakat karena revolusi industri fase ini dapat menciptakan peluang baru bagi ekonomi, sosial maupun pengembangan diri pribadi.

Lebih lanjut Edi menambahkan Revolusi Industri 4.0 lebih dari sekadar inovasi teknis, namun hal ini harus dilihat sebagai inovasi sosial yang mengarah pada kemajuan sosial. Dengan demikian praktik pekerjaan sosial harus dapat beradaptasi dengan adanya revolusi industri 4.0 tersebut.

Revolusi Industri 4.0 adalah peluang, bagaimana kita dapat memastikan bahwa sebanyak mungkin orang mendapat manfaat dari perkembangan ini dan bukan hanya untuk kelompok kecil.

Salah satu gejala transformasi ke Revolusi Industri 4.0 adalah, pelemahan daya beli, pelambatan ekonomi, perubahan gaya hidup dari konsumsi ke investasi, dari belanja offline ke online.

“Sebagaimana Darwin pernah berkata bahwa yang akan bertahan bukanlah mereka yang kuat, tetapi mereka yang paling bisa beradaptasi pada perubahan,” ujarnya.

Selanjutnya menurut Edi, untuk menjawab tantangan ini, seorang pekerja sosial harus memiliki kompetensi meliputi pengetahuan yang luas, soft skill dan memiliki sikap yang baik. (Prwr)