Beranda Advertorial

Pertamina Cetak 90 Persen Startup Alumni Bertahan, Sembilan Inovator Muda Raih Penghargaan

BALI – PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan kewirausahaan dan inovasi anak bangsa melalui program Pertamuda Seed and Scale 2026. Program tahunan tersebut resmi ditutup melalui malam puncak Final dan Awarding yang digelar di The Patra Bali, Kamis (5/11/2026), sekaligus mengumumkan sembilan inovator muda terbaik dari tiga kategori kompetisi.

Pertamuda Seed and Scale 2026 berhasil menarik perhatian 4.445 pendaftar yang berasal dari 764 perguruan tinggi di Indonesia serta dua perguruan tinggi luar negeri. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya potensi generasi muda dalam mengembangkan inovasi dan membangun usaha rintisan atau startup yang memiliki daya saing.

Sembilan pemenang yang diumumkan merupakan peserta terbaik dari tiga kategori, yakni Early-Stage Startup, Energy Founder subkategori Energy Optimization, dan Energy Founder subkategori Energy Future.

Perjalanan para peserta menuju posisi tiga besar berlangsung melalui proses seleksi yang ketat. Setelah melewati kurasi awal dan masuk dalam Top 100, para inovator mengikuti tahapan Elevator Pitch untuk memperebutkan posisi Top 60. Selanjutnya, 60 peserta terpilih mendapatkan pembinaan intensif melalui program bootcamp.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan, pendampingan, serta evaluasi untuk menyempurnakan model bisnis dan inovasi masing-masing. Proses tersebut kemudian menghasilkan 15 finalis terbaik yang berkompetisi melalui babak Final Pitch di hadapan dewan juri profesional.

Penilaian dilakukan oleh lima juri lintas sektor, yaitu Mohamad Roby Hervindo, Manager CSR Pertamina; Ahmad Azhar, VP Technology Commercial & Implementation Pertamina; Edric Chandra, Pengurus Komite Kerja Sama dan Advokasi Bidang UMKM dan Koperasi APINDO; Andrea Varriale, Director Startup Grind Indonesia; serta Michelle Kamau, Program Manager Fowler GSIC University of San Diego.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengungkapkan bahwa keberhasilan Pertamuda tidak hanya diukur dari jumlah peserta maupun pemenang yang dihasilkan, tetapi juga dari keberlanjutan bisnis para alumni setelah mengikuti program tersebut.

Berdasarkan pemantauan terhadap alumni Pertamuda periode 2021–2025, tingkat keberlangsungan usaha (survival rate) startup binaan mencapai 90 persen. Capaian ini menjadi indikator positif atas efektivitas pembinaan yang dilakukan Pertamina dalam membantu para pelaku usaha muda mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya.

“Ini menjadi sebuah kebanggaan karena artinya kita bisa betul-betul menjaga keberlanjutan bisnis teman-teman. Ini menjadi catatan positif dalam mendukung Asta Cita nomor 3, yaitu pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujar Arya.

Ia menegaskan, keberhasilan bisnis para alumni diharapkan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja baru dan penguatan ekonomi kreatif.

Arya juga berpesan kepada seluruh finalis agar terus mengembangkan gagasan dan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, para peserta merupakan bagian dari generasi inovator yang memiliki peran penting dalam membangun masa depan Indonesia.

“Kepada seluruh finalis, saya ingin menegaskan bahwa kalian bukan hanya peserta kompetisi, tetapi bagian dari generasi inovator untuk masa depan Indonesia. Pertamina berkomitmen terus mendorong Pertamuda sebagai ekosistem yang mempertemukan inovasi, industri, dan investasi, sehingga semakin banyak gagasan anak bangsa tumbuh menjadi bisnis berdaya saing dan memberikan dampak nyata,” tambahnya.

Sementara itu, VP Stakeholder Relations & Management PT Pertamina (Persero), Rifky Rakhman Yusuf, menyampaikan hasil tracer study terhadap 179 startup finalis unik Pertamuda periode 2021–2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 startup memiliki data yang dapat dianalisis secara mendalam. Hasilnya, 55 startup atau 90,16 persen masih aktif menjalankan usaha maupun berhasil melakukan perubahan model bisnis (pivot).

Menurut Rifky, capaian tersebut membuktikan bahwa manfaat Pertamuda tidak berhenti pada penyelenggaraan kompetisi atau pemberian penghargaan. Program ini juga memberikan bekal pengetahuan, memperluas jaringan, serta membuka peluang pengembangan bisnis bagi para peserta.

“Malam ini kita memberikan penghargaan kepada sembilan pemenang. Saya mengucapkan selamat untuk para pemenang. Namun sejatinya, kesuksesan Pertamuda tidak diukur dari piala malam ini saja, melainkan dari ilmu yang diperoleh, jaringan yang terjalin, dan bisnis yang terus tumbuh setelah program ini,” ujar Rifky.

Ia menambahkan, Pertamuda telah memperkuat peran Pertamina tidak hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai penggerak inovasi dan pendukung pertumbuhan startup di Indonesia.

“Pertamuda memperkuat peran Pertamina bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai Innovation Engine & Startup Enabler dalam mendorong kewirausahaan dan inovasi Indonesia,” jelas Rifky.

Di tempat terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Pertamuda Seed and Scale merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung lahirnya generasi wirausaha muda Indonesia yang inovatif, kreatif, dan tangguh.

Menurut Baron, rangkaian kegiatan bootcamp memberikan kesempatan kepada peserta untuk menguji model bisnis, mendapatkan masukan langsung dari pelaku industri, serta menjajaki peluang kerja sama dan pendanaan. Akses terhadap investor menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan startup, terutama bagi para pendiri usaha muda yang sedang membangun bisnis.

“Berbagai rangkaian kegiatan di bootcamp memberikan kesempatan kepada peserta untuk menguji model bisnis, memperoleh masukan dari pelaku industri, serta menjajaki peluang kerja sama dan pendanaan. Akses terhadap investor menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan startup, terutama bagi founder muda yang sedang membangun bisnis,” jelas Baron.

Ia menambahkan, melalui program tersebut, peserta juga berpeluang memperoleh dana pembinaan senilai ratusan juta rupiah, akses permodalan, serta pendampingan bisnis secara berkelanjutan.

Kebanggaan atas pencapaian program turut dirasakan para pemenang. Raditia Damar Prasetyo, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang membawa inovasi APROS, mengaku tidak menyangka dapat menembus posisi tiga besar kategori Early-Stage Startup.

“Saya tidak menyangka bisa masuk Top 3 karena banyak peserta lain yang ide bisnisnya juga bagus-bagus. Semua saya pasrahkan kepada Allah SWT. Namun, saya tetap menjaga optimisme karena yakin ide saya mampu diterima dengan baik,” ungkap Damar.

Kebahagiaan serupa disampaikan Ziauddin Dzilmi Yusuf, mahasiswa Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Ia berhasil masuk tiga besar kategori Energy Founder subkategori Energy Optimization melalui inovasi Node Fabless Semiconductor Company.

Ziauddin berharap inovasi yang dikembangkannya dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan industri cip buatan Indonesia dengan memanfaatkan bahan baku dalam negeri. Upaya tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor semikonduktor.

Adapun sembilan pemenang Pertamuda Seed and Scale 2026 terbagi dalam tiga kategori. Pada kategori Early-Stage Startup, tiga pemenangnya adalah Robotku School yang dikembangkan Deltakristiano Kurniaputra dari Universitas Indonesia; APROS oleh Raditia Damar Prasetyo dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember; serta Aigra oleh Satriyo Imam Arifin Wahono dari Universitas Negeri Surabaya.

Pada kategori Energy Founder – Energy Optimization, penghargaan diberikan kepada Popipo yang dikembangkan Yudhistira Pranata Nusa dari Institut Teknologi Bandung; Spectamate oleh Moch. Aufa Dany Damario Sudjono dari Universitas Indonesia; serta Node Fabless Semiconductor Company oleh Ziauddin Dzilmi Yusuf dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.

Sementara itu, kategori Energy Founder – Energy Future menempatkan Zero Pome karya Kayla Kwok dari Universitas Indonesia; Aio PestGuard karya Muhammad Raihan Ghani dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya; serta Aquasweep karya Mirrabell Frederica Hadiwijono dari University of Toronto, Kanada, sebagai tiga inovasi terbaik.

Keberhasilan penyelenggaraan Pertamuda Seed and Scale 2026 semakin mempertegas kontribusi Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Melalui program ini, Pertamina terus mendorong lahirnya generasi inovator muda yang tidak hanya mampu menghasilkan gagasan kreatif, tetapi juga mengembangkan bisnis berkelanjutan, menciptakan peluang kerja, serta menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan masa depan Indonesia. (Adv)