JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Kabupaten Bengkulu Utara berhasil meraih peringkat Terbaik II Nasional Regional III dalam Penghargaan Parasamya Karya Kencana Tahun 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja pemerintah daerah dalam menyukseskan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., dalam rangkaian kegiatan Genting Collaboration Summit 2026 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bengkulu Utara, Nova Hendriyani, S.KM., M.M.
Parasamya Karya Kencana merupakan penghargaan yang diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap keberhasilan pemerintah kabupaten/kota dalam mengelola dan melaksanakan program pembangunan keluarga, keluarga berencana, serta kependudukan di wilayah Regional III.
Bupati Arie Septia Adinata menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, khususnya DPPKB, serta dukungan berbagai pihak dan masyarakat. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam menyukseskan program pembangunan keluarga dan kependudukan.
Sementara itu, Kepala DPPKB Kabupaten Bengkulu Utara, Nova Hendriyani, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Bangga Kencana, pengendalian penduduk, serta percepatan penurunan stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor.
Nova menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan apresiasi pemerintah atas kinerja daerah yang dinilai unggul, inovatif, dan berkelanjutan dalam melaksanakan Program Bangga Kencana. Program ini mencakup pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
“Penghargaan Parasamya Karya Kencana Tahun 2026 ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada daerah atas kinerja unggul, inovatif, dan berkelanjutan dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana. Sekaligus menjadi pengakuan atas komitmen dan kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara serta dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan program tersebut,” ujar Nova, Jumat (6/11/2026).
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan semata-mata hasil kerja pemerintah daerah, melainkan buah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, tenaga lini lapangan, mitra kerja, dan masyarakat. Nova juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, atas penghargaan yang diberikan.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kerja sama dalam mewujudkan keluarga berkualitas di Kabupaten Bengkulu Utara.
Dukungan terhadap capaian tersebut juga disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. Ia menjelaskan bahwa salah satu aspek yang mendukung keberhasilan Bengkulu Utara adalah tersusunnya Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2025.
PJPK menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam perencanaan pembangunan. Melalui dokumen tersebut, arah kebijakan dan program pembangunan diharapkan lebih terukur serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Implementasinya juga akan dievaluasi setiap tahun untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran.
“Bengkulu Utara telah menyusun PJPK Tahun 2025. Melalui peta jalan ini, pemerintah daerah bersama masyarakat memiliki komitmen untuk membangun daerah yang berwawasan kependudukan,” ungkap Zamhir.
Selain penyusunan PJPK, capaian pelayanan keluarga berencana di Kabupaten Bengkulu Utara juga menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, terdapat 34 tempat pelayanan KB yang mendukung akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi. Fasilitas tersebut terdiri atas 25 klinik pemerintah dan sembilan tempat praktik mandiri bidan.
Melalui dukungan fasilitas pelayanan dan penggerakan mitra, tercatat sebanyak 4.706 akseptor KB baru telah mendapatkan pelayanan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.036 orang merupakan peserta KB baru pascapersalinan dan pascakeguguran. Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan KB pada masa reproduksi yang penting.
Berdasarkan data BKKBN per September 2026, jumlah peserta KB aktif di Kabupaten Bengkulu Utara mencapai 35.581 akseptor dari total 51.144 pasangan usia subur (PUS). Data tersebut menunjukkan upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan penggunaan kontrasepsi sekaligus memperluas jangkauan pelayanan KB kepada masyarakat.
Prestasi Terbaik II Nasional Regional III ini diharapkan semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam membangun keluarga berkualitas, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Capaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Bengkulu Utara, yakni Mahabbah: Maju, Hebat, Bahagia, dan Berkelanjutan. Dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga lini lapangan, mitra kerja, dan masyarakat, pelaksanaan Program Bangga Kencana diharapkan semakin optimal serta memberikan manfaat nyata bagi keluarga di seluruh wilayah Bengkulu Utara. (Red/A1)




















