Beranda Advertorial

Dukung Payroll Syariah di BUMN, BSI Catat Pertumbuhan 18,50 Persen

JAKARTA – Perluasan akses layanan keuangan syariah di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memasuki babak baru. Dukungan Danantara Indonesia yang memberikan kesempatan kepada pegawai BUMN untuk memilih layanan penggajian (payroll) melalui bank syariah dinilai menjadi peluang strategis untuk memperkuat inklusi keuangan syariah sekaligus memperluas ekosistem perbankan syariah nasional.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyambut positif kebijakan tersebut dengan memperkuat layanan payroll sebagai salah satu strategi pertumbuhan bisnis dan penghimpunan dana murah. Hingga September 2026, jumlah layanan payroll BSI tercatat tumbuh 18,50 persen secara year to date (YTD) atau sejak awal tahun.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Selain menawarkan kemudahan transaksi, BSI juga menghadirkan berbagai manfaat finansial dan layanan digital terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan dukungan Danantara Indonesia menjadi momentum penting untuk memperluas pilihan layanan perbankan bagi pegawai BUMN. Kesempatan bagi para pegawai untuk memilih bank syariah sebagai mitra pengelolaan keuangan pribadi merupakan langkah konkret dalam memperluas inklusi keuangan syariah di lingkungan perusahaan milik negara.

“BSI melihat payroll bukan sekadar layanan penerimaan gaji, tetapi juga pintu masuk untuk membangun hubungan finansial jangka panjang dengan nasabah. Kami mengapresiasi dukungan Danantara Indonesia yang membuka kesempatan lebih luas bagi pegawai BUMN untuk memanfaatkan layanan perbankan syariah. Ini menjadi peluang bagi BSI untuk menghadirkan pengalaman perbankan yang kompetitif, modern, dan sesuai prinsip syariah,” ujar Anton.

Dari sisi layanan, BSI menawarkan sejumlah kemudahan bagi pegawai BUMN yang menggunakan fasilitas payroll. Salah satunya adalah fasilitas bebas biaya transfer melalui BI-FAST hingga 100 kali setiap bulan. Selain itu, nasabah dapat mengakses berbagai kebutuhan finansial melalui aplikasi superapp BYOND by BSI.

Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat melakukan berbagai aktivitas keuangan, mulai dari pembukaan rekening, pembayaran, transfer dana, pengajuan pembiayaan, investasi emas, hingga layanan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Integrasi layanan ini diharapkan dapat memudahkan nasabah dalam mengelola kebutuhan keuangan secara lebih praktis melalui satu platform digital.

Penguatan bisnis payroll juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendanaan BSI. Hingga Agustus 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tercatat mencapai Rp389 triliun. Dari jumlah tersebut, dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) mencapai Rp246 triliun, sedangkan dana tabungan tercatat sebesar Rp171 triliun.

Komposisi pendanaan tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat likuiditas sekaligus mendukung efisiensi biaya dana Perseroan. Dengan semakin luasnya pemanfaatan layanan payroll, BSI berpeluang memperbesar basis nasabah sekaligus meningkatkan aktivitas transaksi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan dana pihak ketiga.

Anton menambahkan, BSI terus mengembangkan layanan payroll sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistem bisnis dan meningkatkan aktivitas transaksi nasabah. Melalui integrasi dengan BYOND by BSI, layanan yang diberikan tidak hanya terbatas pada penerimaan gaji, tetapi juga mencakup berbagai solusi keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga perencanaan masa depan.

“Ke depan, kami ingin payroll BSI menjadi bagian dari solusi finansial pegawai, bukan hanya tempat menerima gaji. Kami terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kapabilitas digital, serta mengoptimalkan infrastruktur teknologi informasi agar mampu memberikan pengalaman perbankan yang semakin mudah, aman, dan nyaman,” tambahnya.

Dengan jumlah nasabah yang telah mencapai 24,3 juta hingga Agustus 2026, BSI optimistis pengembangan segmen payroll akan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Perseroan juga melihat potensi besar dari ekosistem BUMN untuk memperluas penggunaan layanan perbankan syariah.

Melalui peluang tersebut, BSI berupaya memperkuat penghimpunan dana murah, meningkatkan transaksi nasabah, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi BSI dalam mendorong perkembangan industri perbankan dan pertumbuhan ekonomi syariah nasional. (Adv)