Beranda Daerah

Wali Kota Ambon Ajak PKK Bergerak Bersama, Keluarga Sejahtera Jadi Prioritas

AMBON – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pemberdayaan keluarga, serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting.

Penegasan tersebut disampaikan Bodewin dalam pelantikan Ketua TP-PKK Kecamatan Nusaniwe, Leitimur Selatan, dan Teluk Ambon yang berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Kamis (29/10/2026).

Menurut Bodewin, TP-PKK memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah memperluas jangkauan program pembangunan hingga ke desa, negeri, dan kelurahan. Melalui keterlibatan para kader, berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan merata.

Ia mengakui bahwa pemerintah daerah masih menghadapi berbagai tantangan dalam upaya membangun Kota Ambon menjadi lebih baik. Oleh karena itu, dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk TP-PKK, diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan.

“Pemerintah Kota terus menghadapi banyak tantangan untuk membangun kota ini semakin baik. Karena itu, dengan segala keterbatasan yang kita miliki, kita membutuhkan dukungan dari semua pihak,” ujar Bodewin.

Ia menekankan bahwa TP-PKK harus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga dan pencegahan stunting. Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan terhadap anak-anak yang telah mengalami kondisi tersebut, tetapi harus disertai langkah pencegahan sejak dini.

Upaya pencegahan tersebut membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat, mulai dari peningkatan kesadaran mengenai pemenuhan gizi hingga perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak. Dalam hal ini, kader PKK di tingkat kecamatan hingga kelompok masyarakat memiliki posisi penting untuk membantu menyampaikan edukasi dan mendorong partisipasi warga.

Selain persoalan pemberdayaan keluarga, Bodewin juga mendorong TP-PKK untuk mendukung optimalisasi pendapatan daerah. Salah satu bentuk keterlibatan yang diharapkan ialah membantu penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) melalui jaringan kader di desa, negeri, dan kelurahan.

Menurutnya, sinergi tersebut dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan program pemerintahan di tingkat paling dekat dengan warga.

“Momentum pelantikan ini mesti digunakan untuk memperkuat komitmen bersama, baik pemerintah daerah maupun Tim Penggerak PKK, supaya kita bisa bekerja bersama dan berkolaborasi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, menyampaikan ucapan selamat kepada para ketua TP-PKK kecamatan yang baru dilantik. Ia berharap para pengurus dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta melanjutkan program pemberdayaan keluarga sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Lisa menekankan tiga langkah awal yang perlu menjadi perhatian para pengurus baru. Pertama, melakukan konsolidasi organisasi untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan pemahaman mengenai tugas serta tanggung jawab pengurus. Kedua, menyusun rencana kerja yang terarah dengan berpedoman pada 10 Program Pokok PKK. Ketiga, memperkuat pembinaan secara berjenjang hingga kelompok Dasawisma sebagai ujung tombak gerakan PKK di lingkungan masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para ketua TP-PKK sebelumnya atas waktu, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan dalam menjalankan gerakan PKK di tingkat kecamatan.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara TP-PKK dan pemerintah daerah di seluruh tingkatan. Dengan organisasi yang solid, program kerja yang terarah, serta pembinaan kader yang berkelanjutan, pelaksanaan pemberdayaan keluarga diharapkan semakin efektif dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

Pemkot Ambon berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga, memperkuat peran keluarga dalam pembangunan, mendukung pencegahan stunting, serta membantu pelaksanaan program pemerintah demi terwujudnya Kota Ambon yang lebih sejahtera. (Ren/AK)