MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menyerahkan Anugerah Bakti Pemuda Inspiratif Sumatera Utara kepada tujuh organisasi kepemudaan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Provinsi Sumut, Rabu (28/10/2026). Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut atas dedikasi dan kontribusi organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Penghargaan diserahkan setelah upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Apel Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan. Tujuh organisasi yang menerima penghargaan tersebut adalah Pramuka, Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pemuda Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pemuda Panca Marga (PPM), dan Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI).
Penghargaan diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi, partisipasi, dan kontribusi organisasi kepemudaan dalam mendukung berbagai program pembangunan. Peran tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan visi dan misi Pemprov Sumut untuk periode 2025–2030.
Dalam kegiatan tersebut, Wagub Surya bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Amanat itu mengingatkan kembali pentingnya semangat persatuan yang telah diikrarkan para pemuda Indonesia 98 tahun silam.
Menurut Menpora, Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang menyatukan berbagai perbedaan dalam satu tekad untuk membangun bangsa. Semangat tersebut harus terus dijaga dan diwujudkan melalui karakter serta tindakan nyata generasi penerus.
“Semangat persatuan harus terus hidup dan diwujudkan dalam karakter serta tindakan nyata generasi penerus bangsa,” demikian pesan dalam amanat Menpora yang dibacakan pada upacara tersebut.
Menpora juga menegaskan bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan materi. Kemajuan yang sesungguhnya berawal dari kualitas manusia, karakter yang kuat, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, dan kepedulian terhadap sesama.
Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat tiga karakter utama yang perlu ditanamkan kepada generasi muda, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati. Ketiganya dinilai penting dalam membentuk pemuda yang tangguh, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial.
Patriotisme, menurut amanat tersebut, harus diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa dan negara. Kegigihan tercermin dalam kemampuan menghadapi kesulitan serta bangkit dari kegagalan. Sementara itu, empati menjadi landasan untuk memahami kesulitan orang lain dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menpora turut berpesan agar pemuda Indonesia berani memiliki cita-cita besar, bekerja keras, dan membangun pribadi yang kuat tanpa kehilangan kelembutan hati. Generasi muda juga didorong untuk berani memimpin sekaligus bersedia melayani, serta menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia melalui ilmu pengetahuan, karya, dan pengorbanan.
“Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan Menpora dalam amanatnya.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut berlangsung khidmat. Kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), anggota Pramuka, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta mahasiswa.
Suasana peringatan semakin semarak dengan keberagaman pakaian adat yang dikenakan aparatur sipil negara (ASN) dan pimpinan OPD. Busana adat dari sejumlah etnis, antara lain Melayu, Karo, Tapanuli Selatan, Nias, Batak, dan Jawa, menjadi gambaran kekayaan budaya sekaligus simbol persatuan masyarakat Sumatera Utara.
Rangkaian upacara ditutup dengan menyanyikan lagu “Bangun Pemudi Pemuda” dan “Satu Nusa Satu Bangsa”, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.
Melalui peringatan ini, Pemprov Sumut menegaskan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam membangun generasi yang berkarakter, memperkuat persatuan, serta berkontribusi aktif bagi pembangunan daerah dan bangsa. Pemberian Anugerah Bakti Pemuda Inspiratif diharapkan dapat menjadi dorongan bagi organisasi kepemudaan untuk terus menghadirkan kegiatan dan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat. (Red/Hen)
































