ARLINGTON, AS – Telkom University berkolaborasi dengan AirNav Indonesia mengembangkan inovasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung modernisasi layanan navigasi penerbangan. Inovasi tersebut diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission (RTM) yang diselenggarakan oleh United States Trade and Development Agency (USTDA) pada 26 Oktober hingga 6 November 2026 di Arlington, Virginia, Amerika Serikat.
Kegiatan tersebut menjadi forum bagi Indonesia dan Filipina untuk bertukar informasi sekaligus menjajaki peluang kerja sama teknologi di bidang keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam forum itu, AirNav Indonesia memperkenalkan aplikasi berbasis AI yang dirancang untuk membantu proses penyusunan Notice to Airmen (NOTAM). Aplikasi tersebut dikembangkan bersama Telkom University dengan memanfaatkan teknologi Large Language Model (LLM).
Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan industri, khususnya dalam sektor penerbangan yang membutuhkan ketepatan informasi dan standar keselamatan tinggi. Melalui pengembangan teknologi tersebut, Telkom University dan AirNav Indonesia berupaya menghadirkan solusi digital yang dapat mendukung efisiensi dan akurasi layanan navigasi udara.
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk nyata penerapan hasil penelitian dan pengembangan teknologi perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat langsung bagi dunia industri.
“Bagi Telkom University, kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana hasil riset dan pengembangan teknologi di perguruan tinggi dapat memberikan solusi bagi kebutuhan industri. Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada tataran akademis, tetapi juga dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat secara langsung. Melalui pengembangan NOTAM berbasis AI bersama AirNav Indonesia, kami berharap teknologi ini dapat mendukung peningkatan efisiensi, akurasi, dan keselamatan layanan navigasi penerbangan, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi anak bangsa memiliki potensi untuk bersaing di tingkat global,” ujar Prof. Suyanto.
Dalam operasional navigasi penerbangan, NOTAM merupakan informasi penting yang berisi pemberitahuan mengenai kondisi atau perubahan fasilitas, layanan, prosedur, hingga potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. Informasi tersebut menjadi acuan bagi pilot, maskapai penerbangan, serta para pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan operasional.
Karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan, penyusunan NOTAM membutuhkan ketelitian tinggi. Setiap informasi harus disampaikan menggunakan format dan mengikuti standar penerbangan internasional. Oleh sebab itu, pemanfaatan teknologi AI diharapkan dapat membantu petugas dalam mengolah informasi secara lebih efektif tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.
Aplikasi hasil pengembangan Telkom University dan AirNav Indonesia tersebut dirancang untuk memahami masukan yang disampaikan menggunakan bahasa sehari-hari. Selanjutnya, sistem AI mengolah informasi tersebut menjadi format NOTAM sesuai ketentuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO).
Sebagai contoh, ketika terdapat pekerjaan perbaikan landasan pacu (runway), petugas dapat memasukkan informasi mengenai kegiatan tersebut menggunakan bahasa sehari-hari. Sistem AI kemudian membantu mengubah masukan itu menjadi NOTAM dengan susunan informasi yang ringkas, spesifik, dan sesuai standar penerbangan internasional.
Pengembangan aplikasi ini telah dimulai melalui kerja sama strategis kedua institusi. Pada 28 Juli 2025, AirNav Indonesia dan Telkom University melaksanakan soft launching pengembangan aplikasi NOTAM-AI sekaligus menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten.
Kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam mengintegrasikan kemampuan riset dan teknologi perguruan tinggi dengan kebutuhan operasional industri navigasi penerbangan. Melalui pengembangan aplikasi secara berkelanjutan, teknologi NOTAM berbasis AI diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan, terutama dalam proses pengolahan dan penyusunan informasi penerbangan.
Sebagai bagian dari TelkomGroup dan berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), Telkom University terus mendorong pemanfaatan hasil penelitian untuk menjawab berbagai tantangan industri. Kolaborasi dengan AirNav Indonesia menjadi salah satu wujud komitmen perguruan tinggi tersebut dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata.
Pengenalan inovasi NOTAM berbasis AI dalam forum internasional di Amerika Serikat juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan pengembangan teknologi Indonesia kepada komunitas global. Upaya ini diharapkan dapat memperluas kontribusi perguruan tinggi nasional dalam menghadirkan solusi teknologi, sekaligus membuka peluang bagi karya anak bangsa untuk bersaing dan memberikan manfaat di tingkat internasional.
Tentang Telkom University
Telkom University (Tel-U) merupakan perguruan tinggi swasta yang berkomitmen menjadi perguruan tinggi berkelas dunia. Tel-U berupaya mengakselerasi transformasi digital berbasis SAFE AI melalui pengembangan dan penyebarluasan pengetahuan baru serta produk intelektual di bidang teknologi, sains, dan seni. Komitmen tersebut diarahkan untuk berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan serta kemajuan masyarakat.
Untuk memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan unggulan, Tel-U terus melakukan transformasi melalui program Telkom University National Campus (TUNC). Program ini bertujuan menyatukan berbagai perguruan tinggi swasta di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom menjadi satu entitas pendidikan yang lebih kuat dan terpadu. (Adv)














