Mandalika, NTB – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menorehkan pencapaian penting dalam perjalanan kariernya di Kejuaraan dunia Moto3 2026. Pembalap Honda Team Asia tersebut mencatatkan namanya dalam sejarah tim setelah melampaui perolehan poin Ai Ogura pada musim penuh perdananya di kelas Moto3.
Pencapaian Veda menjadi sorotan setelah ia menunjukkan perkembangan kompetitif sepanjang musim debutnya. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu sebelumnya mencetak sejarah dengan menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix, yakni ketika finis ketiga pada Moto3 GP Brasil, Maret 2026.
Lampaui Catatan Poin Ai Ogura
Ai Ogura, pembalap Jepang yang kini berkompetisi di kelas MotoGP, mengoleksi 109 poin pada musim penuh perdananya di Moto3 2019. Catatan tersebut menjadi tolok ukur bagi Veda yang menjalani musim penuh pertamanya bersama Honda Team Asia pada 2026.
Sebelum GP Indonesia, Veda telah mengumpulkan 105 poin setelah finis ke-11 di GP Jepang. Dengan hasil finis keenam di Mandalika, Veda menambah 10 poin sehingga total koleksinya menjadi 115 poin, melampaui catatan 109 poin milik Ogura.
Perbandingan tersebut menunjukkan perkembangan positif Veda dalam menghadapi persaingan di level dunia. Namun, perbandingan ini secara khusus merujuk pada perolehan poin dalam musim penuh perdana di Moto3, bukan keseluruhan prestasi Ogura sepanjang kariernya.
Podium Brasil Jadi Titik Penting
Salah satu momen penting dalam perjalanan Veda musim ini terjadi di GP Brasil. Dalam balapan yang berlangsung ketat, ia berhasil mengamankan posisi ketiga setelah bersaing dengan sejumlah pembalap papan atas.
Hasil itu bukan sekadar podium bagi seorang pendatang baru. Pencapaian tersebut juga menandai sejarah baru bagi Indonesia di ajang Grand Prix balap motor kelas dunia.
MotoGP dalam ulasannya mengenai perjalanan Veda menyebut debut pembalap muda tersebut sebagai salah satu kisah menarik pada musim 2026. Adaptasi yang cepat, kemampuan bersaing, dan keberaniannya menghadapi tekanan menjadi bagian penting dari perkembangannya.
Tantangan Menjaga Konsistensi
Meski pencapaian poin menjadi indikator penting, perjalanan Veda masih menghadapi tantangan. Persaingan Moto3 berlangsung ketat, sementara konsistensi finis dan kemampuan mengumpulkan poin pada setiap seri menjadi faktor penentu posisi akhir klasemen.
Bagi Honda Team Asia, performa Veda menjadi modal penting untuk pengembangan pembalap muda Asia di kejuaraan dunia. Sementara bagi Indonesia, kiprahnya membuka harapan lebih besar terhadap masa depan pembalap nasional di panggung internasional.
Apabila catatan poin tersebut telah dikonfirmasi melalui klasifikasi resmi setelah GP Indonesia, pencapaian Veda akan menjadi tonggak tersendiri dalam musim debutnya. (Red)


































