Sleman – Kemudahan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital turut dirasakan warga Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Fitri Isnaini (27). Ia menilai proses verifikasi data berlangsung sederhana dan cepat.
Fitri mengatakan, proses verifikasi data Perlinsos Digital hanya membutuhkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan verifikasi wajah. Dengan bantuan petugas, seluruh tahapan dapat diselesaikan dalam hitungan menit.
“Saya dibantu petugas. Cukup memasukan NIK dan verifikasi wajah. Hanya beberapa menit saja sudah keluar verifikasi data,” kata Fitri dalam pelaksanaan uji coba Program Perlindungan Sosial Digital di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (13/8/2026).
Menurut Fitri, kemudahan tersebut membuat proses pendataan lebih praktis bagi masyarakat. Sistem digital juga mempercepat proses verifikasi sehingga masyarakat tidak perlu melalui tahapan yang rumit.
Pengalaman Fitri menunjukkan bahwa digitalisasi Perlinsos dapat memberikan kemudahan dalam proses pendataan dan verifikasi penerima manfaat. Hal ini sekaligus mendukung upaya pemerintah mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.
Hal senada disampaikan warga Kalurahan Donoharjo, Herni. Ia menilai kehadiran Perlinsos Digital sangat membantu, terutama dalam memastikan data penerima manfaat tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Sangat membantu sekali ya, karena saya dulu udah pernah mendapatkan bansos. Untuk data-datanya setelah dicek pada portal perlinsos juga masih akurat,” kata dia.
Herni mengatakan, terdapat perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan proses pendataan sebelumnya. Menurutnya, proses pendataan sebelumnya membutuhkan lebih banyak dokumen dan tahapan.
“Kalau dulu itu masih ribet, banyak yang harus dibawa, dokumen-dokumennya gitu. Sekarang hanya masukin NIK dan verifikasi wajah saja,” ujar dia.
Ia menambahkan, proses verifikasi data melalui sistem digital juga berlangsung singkat. “Untuk datanya juga masih nggak sampai lima menit, udah selesai,” kata dia.
Perlinsos Digital merupakan upaya pemerintah memanfaatkan teknologi digital dalam proses pendataan, verifikasi, dan penyaluran bantuan sosial.
Sistem ini dirancang untuk memperkuat akurasi data penerima manfaat, mempercepat proses layanan, serta memastikan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria secara lebih tepat sasaran.
































