Menanggapi Kecaman Ustad Manan Rifai Terhadap DPD Golkar Jabar, Ketum Al-Maun Angkat Bicara

Jakarta, – Ketua Al Maun M.Rafik Alamsyah menyebutkan Istilah Baiat atau Ikrar setia sudah tidak asing lagi dalam dunia Perpolitikan di Indonesia. Kata Baiat sendiri bisa berarti sumpah setia kepada pemimpin perjuangan. Memang kata bait sering dipakai para mujahid Islam ketika bergabung bersama salah satu paksi Jihad untuk menyatakan kesetiannya.

Secara Bahasa, kata baiat berasal dari kata Baaya’a-yubai-u, baia’an, Mubaya’an wa mubaya’atan yaitu ikatan janji atas ketaatan.

Rafik menjelaskan Dalam kitab Dairatul Ma’arif Al-Islamiyah, dijelaskan bahwa definisi kata baiat pada awalnya adalah ikatan janji atas transaksi jual beli, kemudian muncul makna yang lebih luas yaitu sumpah setia, karena meletakkan tangan di atas tangan pemimpin menunjukkan bentuk ketundukan terhadapnya.” (Al-Wajdi, Dairatul Ma’arif Al-Islamiyah, 4/422)

Berarti, pergertian bai’at adalah perjanjian, kesetiaan, jual beli dan jaminan. Dengan demikian, ada kesamaan makna antara bai’at dengan lafadz-lafadz lain yang artinya berdekatan, seperti mitsaq (perjanjian), qasam (sumpah), hilf (perjanjian), ‘ahd (perjanjian), yamin (sumpah).  (Lihat: Yahya Islamil, Manhaj Sunnah Fi ‘Alaqoh Bainal Hakimwal Mahkum, Trj: Andi Suherman, Gema Insani Press, Jakarta: 1995, Hal. 152)

Dalam ayat lain Allah SWT juga menyebutkan:

“Sesungguhnya Allah telah ridho terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (Al-Fath: 18)

“Terhadap baiat sumpah kepada Pemimpin politik dapat dibenarkan karena ada sebuah janji setia untuk berjuang bersama untuk kemaslahatan bersama. sewajarnyalah sumpah setia itu diberikan dihadapan Allah dengan perwakilan kitab suci Al Qur’an sebagai penggantinya, sebagaimana lajimnya Kebiasaan di Indonesia.” Ujar Rafik

Hal tersebut di sampaikan Rafik supaya tidak ada kesalah Pahaman yang di sampikan oleh Forum Perkumpulan dan Komunikasi Ormas Islam (FPKOI) terhadap ketum Airlangga Hartarto yang di nilai mereka bahwa sumpah yang di lakukan oleh ketua DPD Jawa Barat Dedy Mulyadi untuk dukung Airlangga Hartarto adalah salah satu bentuk politisasi agama. (Red)