LEBAK – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Banten terus memperkuat edukasi dan kesadaran hak asasi manusia (HAM) di lingkungan pendidikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas HAM yang diselenggarakan di SDN 1 Cibareno, Senin (2/11/2026) dengan melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai nilai-nilai HAM sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, ramah anak, serta terbebas dari diskriminasi dan segala bentuk kekerasan. Edukasi tersebut juga menjadi langkah penting dalam menanamkan penghormatan terhadap hak dan martabat manusia sejak usia dini.
Sebanyak 200 peserta yang mengikuti kegiatan terdiri atas guru, komite sekolah, perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan wali murid, serta siswa-siswi SDN 1 Cibareno. Keterlibatan berbagai elemen ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pemajuan serta perlindungan HAM.
Pendamping Penggerak HAM, Rustandi, turut berperan dalam kegiatan tersebut. Ia mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah dan masyarakat desa.
Menurut Rustandi, pendidikan HAM perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memahami hak dan kewajibannya, mampu menghormati hak orang lain, serta membangun hubungan sosial berdasarkan toleransi dan penghargaan terhadap martabat manusia.
“Penguatan kapasitas HAM di lingkungan sekolah sangat penting untuk membangun karakter generasi muda yang menghargai keberagaman, menjunjung tinggi martabat manusia, serta menolak segala bentuk perundungan, diskriminasi, dan kekerasan terhadap anak. Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pihak sekolah, tetapi juga keluarga, pemerintah, dan masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan Brigadir Anggi sebagai narasumber dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lebak. Dalam kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai perlindungan perempuan dan anak, pencegahan kekerasan, serta penanganan berbagai persoalan yang berpotensi mengancam keselamatan dan hak-hak anak.
Melalui materi yang disampaikan, peserta didorong untuk lebih peka dalam mengenali indikasi kekerasan terhadap anak. Selain itu, mereka diharapkan memiliki keberanian untuk melaporkan dugaan pelanggaran serta memahami pentingnya koordinasi antara pihak sekolah, orang tua, masyarakat, dan aparat penegak hukum.
Kepala SDN 1 Cibareno, Iis Isnawati, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kantor Wilayah KemenHAM Banten atas pelaksanaan kegiatan Penguatan Kapasitas HAM di sekolah yang melibatkan berbagai unsur masyarakat tersebut.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman guru, siswa, orang tua, dan masyarakat mengenai pentingnya menghormati hak asasi manusia. Terlebih, perlindungan anak dari perundungan, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan harus menjadi perhatian bersama.
Menurut Iis, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Ia juga berharap edukasi HAM dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga nilai-nilai penghormatan terhadap hak dan martabat setiap manusia tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan di sekolah maupun masyarakat.
Partisipasi siswa-siswi dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan, mendapatkan perlindungan, merasa aman di lingkungan sekolah, serta terbebas dari perlakuan diskriminatif dan kekerasan.
Melalui kegiatan Penguatan Kapasitas HAM tersebut, KemenHAM Kanwil Banten diharapkan terus memperluas jangkauan edukasi dan pemajuan HAM hingga ke tingkat desa dan satuan pendidikan. Sinergi antara pendamping penggerak HAM, tenaga pendidik, orang tua, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan aparat kepolisian menjadi modal penting dalam membangun budaya sadar HAM.
Kegiatan di SDN 1 Cibareno ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda edukasi semata, tetapi menjadi langkah nyata untuk membangun lingkungan pendidikan yang berkeadilan, aman, ramah anak, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (Red/Han)

















