Penanganan Bencana di Tanah Datar Mulai Membaik, Pemerintah Pastikan Bantuan Terus Disalurkan

SAHABAT RAKYAT, Tanah Datar — Penanganan pascabencana banjir, banjir bandang, dan longsor di Kabupaten Tanah Datar. Sumatra Barat (Sumbar) mulai menunjukkan perkembangan positif setelah pada tiga hari awal tim Satgas Bencana mengalami kesulitan membantu masyarakat terdampak. Hal tersebut disampaikan Bupati Tanah Datar, Eka Putra, saat menjadi narasumber Program Pro 1 RRI Padang, pada Selasa (2/12/2025), dalam dialog bertema Sumbar Darurat Bencana.

Eka Putra menjelaskan bahwa bencana yang terjadi di Nagari Sumpur, Padang Laweh Malalo, dan Guguak Malalo menyebabkan jalur transportasi darat terputus sehingga warga sempat terisolasi.

“Bencana terjadi di Nagari Sumpur, Padang Laweh Malalo dan Guguak Malalo memutus jalur transportasi darat, sehingga masyarakat kami terisolasi, sehingga saat itu kami memberikan bantuan melalui jalur air atau danau dengan kapal dan boat,” ujar Bupati Tanah Datar.

Hadir mendampingi Bupati antara lain Asisten II Ten Feri, Kepala Dinas Kominfo Dedi Tri Widono, Kepala Dinas Kesehatan Aries Sumantri, dan Sekretaris BPBD.

Ia menambahkan bahwa warga di wilayah tersebut dievakuasi menggunakan kapal menuju Posko Pengungsian di Nagari Batu Taba serta rumah-rumah warga yang aman di nagari sekitar.

Bupati menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak dan mengungsi terus diperbarui seiring pendataan lapangan.

“Sampai saat ini sudah banyak warga kami yang mengungsi, data sementara akibat musibah ini ada 6.418 orang yang mengungsi di 11 Kecamatan dan 35 Nagari yang terdampak, semoga dengan siaran ini juga menjadi sarana informasi bahwa di Tanah Datar juga terjadi bencana, dan bantuan dikirimkan untuk masyarakat kami,” terang Eka Putra.

Ia mengatakan bahwa jajaran pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, Satgas Kecamatan, Satgas Nagari, serta para relawan terus bekerja keras membantu masyarakat.

“Saya bersama rombongan rutin turun setiap hari guna memastikan terpenuhinya berbagai kebutuhan masyarakat dan pengungsi yang terdampak bencana, seperti pasokan makanan, air bersih sampai dengan kebutuhan untuk bayi serta ibu-ibu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi, daerah tetangga, para perantau, hingga berbagai elemen masyarakat yang telah mengirimkan bantuan.

“Alhamdulillah, saat ini bantuan dari berbagai elemen, baik Pemerintah, Swasta dan Perantau serta lainnya sudah mulai masuk ke Posko ataupun langsung kepada masyarakat kami, terima kasih atas bantuan yang, mari kita do’akan semoga musibah ini cepat berlalu,” tukasnya.

Hingga Senin (1/12/2025) sore, tercatat dampak kerusakan akibat bencana di Tanah Datar meliputi:

  • Rumah hanyut: 67 unit

  • Rumah rusak berat: 131 unit

  • Jalan rusak berat: 29 ruas

  • Jembatan putus: 20 unit

  • Irigasi rusak: 33 unit

  • Korban meninggal: tiga orang

  • Korban hilang: satu orang (red)