Padang – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia harus memanfaatkan peluang pasar yang terbuka lebar dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan memperkuat promosi lewat internet.

“Seluruh negara ASEAN sekarang terbuka untuk memasarkan produk asal Indonesia, termasuk. Ini harus dimanfaatkan secara maksimal,” kata Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi, Ridwan Hassan di Padang.

Untuk Sumbar, produk kerajinan dan kuliner sangat berpotensi untuk dikembangkan. Namun memang perlu penguatan pada beberapa faktor seperti pengemasan dan promosi.

“Rendang misalnya, harus dipikirkan bagaimana cara membuat kemasan menarik dan bisa memperpanjang masa kedaluarsa,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Urusan Industri dam Jasa Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UMKM, Victoria Br Simanungkalit mengatakan untuk kerajinan harus bisa menyesuaikan dengan keinginan pasar.

Pengrajin tidak boleh terpaku pada pakem yang telah ada. Harus ada inovasi mengikuti selera konsumen di pasar ASEAN. “Misalnya untuk songket di Sumbar didomunasi warna merah dan kuning. Tapi kalau pasar ingin warna biru, kita harus buat biru,” lanjut dia.

Kebijakan promosi lewat internet juga harus ditingkatkan dengan berbagai kreasi dan strategi. Kalaupun pengrajin belum mampu membuat produk dalam jumlah besar, bisa misalnya diakali dengan membuat seolah-olah terjadi rangkaian antre untuk mendapatkan produknya hingga pemesan harus bersabar. (Ant)