“Platform tersebut dipenuhi konten yang tidak sesuai dan dapat berdampak negatif pada perkembangan anak,” kata Roskomnadzor, dilansir Jumat (5/12).
Adapun Juru Bicara Roblox mengatakan perusahaan menghormati hukum dan regulasi di setiap negara tempat mereka beroperasi, termasuk Rusia.
“Kami percaya bahwa kami menyediakan ruang positif untuk belajar, berkreasi, dan terhubung secara bermakna bagi semua orang,” ujarnya.
Roblox juga menegaskan komitmennya terhadap keselamatan pengguna. Perusahaan menyebut telah menerapkan serangkaian langkah pencegahan dan sistem proaktif untuk mendeteksi serta mencegah konten berbahaya di platform.
Sebelumnya, Roblox telah diblokir oleh beberapa negara akibat kekhawatiran terkait eksploitasi anak oleh predator yang memanfaatkan platform tersebut. (Red)




































