Beranda Daerah

Dampingi Pokdakan di Klamono, Tim Ekspedisi Patriot UB Kembangkan Pembenihan Nila

SORONG – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 11 Universitas Brawijaya (UB) berhasil mengembangkan pembenihan ikan nila BRAJA dengan hasil panen sekitar 5.500 ekor dari dua lokasi pendampingan di Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Capaian tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat potensi perikanan air tawar sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok pembudidaya ikan di kawasan transmigrasi.

Panen dilakukan oleh dua kelompok pembudidaya ikan (pokdakan), yakni Pokdakan Nusantara Jaya dan Pokdakan Posa Mandiri. Kedua kelompok tersebut mengembangkan pembenihan ikan nila BRAJA menggunakan media kolam intensif. Keberhasilan panen ini disambut antusias oleh warga, Ketua TEP 11, serta seluruh anggota tim pendamping.

Kegiatan panen berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, Pokdakan Nusantara Jaya berhasil memanen sekitar 3.000 benih ikan nila BRAJA. Selanjutnya, pada hari kedua, Pokdakan Posa Mandiri memperoleh hasil sekitar 2.500 benih. Dengan demikian, total hasil panen dari kedua lokasi pendampingan tersebut mencapai sekitar 5.500 ekor.

Capaian ini merupakan bagian dari program TEP 11 UB dalam mendorong pengembangan pembenihan ikan nila sebagai komoditas potensial bagi masyarakat setempat. Ketersediaan benih yang memadai diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha perikanan, khususnya kegiatan pembesaran ikan yang menjadi salah satu peluang ekonomi masyarakat di Distrik Klamono.

Dalam pelaksanaannya, TEP 11 UB memberikan pendampingan teknis kepada kelompok pembudidaya, mulai dari persiapan sarana dan prasarana, pengelolaan kolam, pemeliharaan induk, hingga pemantauan kualitas air dan perkembangan ikan. Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan pembudidaya agar mampu menjalankan proses produksi secara lebih efektif dan mandiri.

Pengembangan sektor pembenihan menjadi salah satu fokus penting karena ketersediaan benih merupakan faktor utama dalam menunjang keberhasilan usaha pembesaran ikan. Melalui penguatan kemampuan produksi di tingkat kelompok, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pembudidaya, tetapi juga mampu mengembangkan sumber pasokan benih secara lokal.

Selain memperhatikan jumlah produksi, tim juga melakukan pemantauan terhadap kondisi dan kualitas benih yang dihasilkan. Ketua Pokdakan Posa Mandiri, Subandi, menyampaikan bahwa benih ikan nila BRAJA yang dipelihara di wilayah Klamono menunjukkan perkembangan positif, terutama dari sisi daya tahan dan kemampuan beradaptasi.

“Benih ikan nila BRAJA ini lebih kuat dan mampu beradaptasi lebih cepat. Pertumbuhannya juga tergolong cepat, asalkan didukung dengan pemberian pakan yang tepat setiap hari,” ujar Subandi dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).

Pengamatan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi bagi TEP 11 UB untuk mendukung pengembangan budidaya nila BRAJA di lingkungan setempat. Meski demikian, pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk mengetahui pertumbuhan ikan, tingkat kelangsungan hidup, serta kemampuan benih beradaptasi selama masa pemeliharaan.

Hasil pemantauan tersebut juga dapat menjadi dasar dalam menyempurnakan teknik pengelolaan budidaya agar sesuai dengan kondisi lingkungan di Distrik Klamono. Dengan pengelolaan yang tepat, produktivitas pembenihan diharapkan dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok pembudidaya.

Melalui keberhasilan panen sekitar 5.500 benih ini, TEP 11 UB turut mendorong terbentuknya sistem pembenihan lokal yang mampu memenuhi kebutuhan benih untuk kegiatan pembesaran ikan. Dalam jangka panjang, pengembangan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan benih dari luar daerah secara bertahap.

Program TEP 2026 Universitas Brawijaya di Distrik Klamono merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat di kawasan transmigrasi melalui pengembangan potensi ekonomi lokal. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan kemandirian kelompok masyarakat.

Ke depan, keberlanjutan pendampingan diharapkan mampu mendorong terbentuknya sistem budidaya ikan nila yang produktif, adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat, serta memiliki prospek usaha jangka panjang. Keberhasilan dua pokdakan tersebut menjadi modal awal untuk mengembangkan potensi perikanan air tawar sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat di Distrik Klamono. (Red/Adv)