Beranda Advertorial

Dukung Kesiapan TKA, Telkom Hadirkan Sistem Ujian Digital dengan Fitur Anti-Curang

BANTEN – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui platform pendidikan digital PIJAR mendukung pelaksanaan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK sederajat yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Kegiatan tersebut menjangkau lebih dari 84.000 peserta didik dari lebih dari 570 sekolah di Provinsi Banten sebagai bagian dari persiapan menghadapi pelaksanaan TKA.

Dalam kegiatan ini, PIJAR menyediakan dukungan asesmen berbasis Computer Based Test (CBT) atau ujian berbasis komputer. Melalui sistem tersebut, peserta dapat mengerjakan soal secara elektronik, sementara pihak sekolah memperoleh kemudahan dalam memantau pelaksanaan ujian secara lebih terstruktur melalui fitur pengawasan yang tersedia.

Direktur IT Digital Telkom, Kharim I. G. Siregar, menyampaikan bahwa digitalisasi pendidikan harus berorientasi pada manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh institusi pendidikan maupun peserta didik. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak sekadar menghadirkan perangkat digital, tetapi juga harus mampu meningkatkan efektivitas dan kualitas proses pendidikan.

“Digitalisasi pendidikan bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu sekolah menjalankan proses pembelajaran dan asesmen secara lebih efektif, aman, dan terukur,” ujar Kharim.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai fitur PIJAR yang disesuaikan dengan kebutuhan asesmen digital. Di antaranya adalah fitur anti-cheating dan monitoring real-time yang dirancang untuk membantu sekolah menjaga ketertiban serta memantau aktivitas peserta selama ujian berlangsung.

Fitur anti-cheating dapat mengisolasi perangkat peserta ketika sistem mendeteksi adanya aktivitas membuka aplikasi lain di luar aplikasi ujian. Sementara itu, fitur pemantauan secara langsung membantu guru mengidentifikasi kondisi peserta dan menentukan tindak lanjut sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan sekolah.

Pengalaman penggunaan fitur tersebut dirasakan oleh SMA Muhammadiyah 2 Tangerang yang turut memanfaatkan PIJAR dalam pelaksanaan Try Out TKA. Muhammad Imam Darmawan, Guru Informatika SMA Muhammadiyah 2 Tangerang, mengatakan pelaksanaan ujian secara keseluruhan berjalan lancar.

Ia menjelaskan, kendala yang sempat dialami sejumlah siswa ketika masuk ke sistem diketahui disebabkan oleh kesalahan dalam memasukkan kata sandi. Di luar kendala tersebut, pelaksanaan ujian berjalan baik. Imam juga mengapresiasi pengembangan PIJAR karena dinilai telah melengkapi sejumlah kebutuhan sekolah berdasarkan pengalaman menggunakan aplikasi sejenis sebelumnya.

“Kami sebelumnya pernah menggunakan beberapa aplikasi, dan menurut saya PIJAR sudah melengkapi beberapa hal yang belum tersedia di aplikasi-aplikasi sebelumnya,” tambahnya.

Dari sisi pengawasan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana sekaligus Bendahara Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Tangerang, Mumtahina, menjelaskan bahwa fitur anti-cheating memberikan kendali kepada sekolah untuk menindaklanjuti aktivitas peserta yang menyebabkan perangkat terisolasi.

Menurutnya, sistem dapat mendeteksi ketika peserta mencoba membuka aplikasi lain selama ujian. Sekolah juga dapat mengetahui peserta yang terindikasi melakukan aktivitas tersebut serta memiliki kewenangan untuk membuka kembali isolasi perangkat sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau anak mencoba membuka aplikasi lain saat ujian, PIJAR akan otomatis mengisolasi perangkat siswa. Kami juga bisa melihat siswa mana saja yang terindikasi membuka aplikasi lain, dan sekolah memiliki kontrol untuk membuka isolasinya. Namun, sekolah sudah menetapkan aturan bahwa kesempatan membuka isolasi maksimal satu kali,” jelas Mumtahina.

Selain fitur pengawasan, pengalaman menggunakan PIJAR dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari turut menjadi pertimbangan SMA Muhammadiyah 2 Tangerang dalam memilih platform untuk pelaksanaan asesmen. Kebiasaan menggunakan sistem yang sama membantu guru dan peserta didik lebih mudah beradaptasi ketika ujian berlangsung.

“Di sekolah sehari-hari kita juga sudah menggunakan aplikasi PIJAR. Alhamdulillah, selama digunakan juga lancar, jadi kita tidak ada keraguan lagi saat try out dijalankan menggunakan PIJAR,” pungkas Mumtahina.

Pelaksanaan Try Out TKA 2026 di Provinsi Banten menjadi salah satu gambaran pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung asesmen pendidikan dengan cakupan peserta yang besar. Selain memfasilitasi pengerjaan soal secara elektronik, sistem dan fitur pengawasan PIJAR membantu sekolah memantau jalannya ujian sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kesiapan peserta didik dalam menghadapi TKA.

Melalui platform PIJAR, Telkom terus menghadirkan solusi digital untuk mendukung kebutuhan institusi pendidikan, baik dalam proses pembelajaran maupun pelaksanaan asesmen. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat ekosistem pendidikan digital di Indonesia.

Telkom berharap pengembangan dan pemanfaatan layanan digital pendidikan dapat memberikan dukungan bagi sekolah dalam meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar serta mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan pendidikan pada masa mendatang. (Adv)