LUBUKLINGGAU – Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat, membuka secara langsung kegiatan pembekalan lomba video konten literasi yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Lubuklinggau, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menumbuhkan budaya literasi sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi digital secara kreatif dan produktif.
Dalam sambutannya, Rachmat Hidayat mengapresiasi pelaksanaan pembekalan tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi digital perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas jangkauan literasi, terutama di kalangan generasi muda. Penyampaian informasi melalui video dinilai dapat menjadi alternatif yang menarik untuk mendekatkan masyarakat dengan berbagai pengetahuan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memacu kreativitas peserta dalam menghasilkan konten yang informatif, inovatif, dan bermanfaat. Peserta yang mengikuti pembekalan berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Wali kota juga menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap materi dan pengetahuan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan membuat video konten literasi, bahkan membuka peluang usaha baru di bidang kreatif digital.
“Kami ucapkan terima kasih kepada narasumber, sehingga nanti hasilnya akan menjadi usaha yang baru bagi peserta, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum. Karena sekarang orang lebih tertarik melihat video daripada membaca, tinggal lagi dikemas bagaimana menjadi ketertarikan,” katanya.
Menurut Rachmat, tantangan pengembangan literasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan bacaan, tetapi juga bagaimana informasi dikemas agar sesuai dengan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi. Video yang disajikan secara menarik diharapkan mampu menjadi media untuk menyampaikan pengetahuan, mengedukasi masyarakat, serta meningkatkan minat terhadap berbagai topik literasi.
Kegiatan pembekalan ini juga diharapkan dapat mendorong peserta memahami proses pembuatan konten yang baik, mulai dari menentukan ide, menyusun pesan, hingga menyajikannya dalam bentuk video yang menarik dan mudah dipahami. Dengan keterampilan tersebut, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukasi.
Terpisah, warga Lubuklinggau menilai kegiatan tersebut berpotensi memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang digital.
“Menurut saya, lomba video literasi seperti ini bagus karena anak muda bisa belajar membuat konten yang kreatif sekaligus menyampaikan informasi yang bermanfaat. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang tertarik mengenal literasi melalui media digital,” ujar Rina, Selasa (27/10/2026).
Melalui kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Lubuklinggau ini, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat budaya literasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Pemanfaatan video sebagai media penyampaian informasi menjadi salah satu langkah untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas sekaligus memberikan kesempatan kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk mengembangkan kreativitas.
Dengan dukungan pembekalan dan pendampingan yang tepat, lomba video konten literasi diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong lahirnya karya digital yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Red/And)
































